BARECA Award 2018 Untuk Pipiltin Cocoa sebagai Chocolate Specialty Bean to Bar Shop with High Commitment in Quality and Innovation

BARECA Award 2018 merupakan bentuk apresiasi terhadap insan kuliner Nusantara, yang dihadirkan oleh BARECA Magazine. Sejumlah pengusaha Bakery, Restaurant, dan Café, juga tenaga pengajar atas dedikasinya dalam memberikan kualitas dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, telah menerima BARECA Award 2018 sejak pertama diadakan pada April 2018.

Pada 16 April 2018 lalu, bertepatan dengan diluncurkannya buku Chocolate: From Cacao Bean To Bar, The Indonesian Heritage Treasure Volume 1, BARECA Magazine memberikan penghargaan BARECA Award 2018 kepada Pipiltin Cocoa sebagai Chocolate Specialty Bean to Bar Shop with High Commitment in Quality and Innovation.

Ibu Susanna Solichin, President Director PT Gandum Mas Kencana dan Chief Editor BARECA Magazine, Ir Petrus Gandamana, MM, memberikan langsung BARECA Award 2018 tersebut yang diterima oleh Irvan Helmi, salah satu pemilik Pipiltin Cocoa.

Dalam sambutannya, Ir Petrus Gandamana, MM, menuturkan bahwa penilaian terhadap Pipiltin Cocoa sehingga layak menerima BARECA Award 2018, mencakup beberapa poin. Diantaranya Pipiltin Cocoa merupakan perusahaan yang berkomitmen memakai bahan baku berkualitas tinggi ditunjang dengan standardisasi proses yang juga berkualitas tinggi dan lengkap, dimulai dari pengolahan biji kakao kering dan telah terfermentasi sampai menjadi produk cokelat siap makan.

 

“Pipiltin Cocoa juga memiliki inovasi produk yang bagus, memiliki gerai penjualan yang modern dan representatif, serta sudah diterima oleh pasar Internasional, seperti di Jepang yang dikenal tinggi standar mutunya. Tentunya juga karena komitmen Pipiltin Cocoa yang menggunakan bahan baku biji kakao dalam negeri sehingga membantu mempromosikan kakao Indonesia,”  Petrus Gandamana, kembali menuturkan.

Bean to Bar Chocolate Maker

Pipiltin Cocoa didirikan oleh dua bersaudara Tissa Aunilla dan Irvan Helmi. Pada awal berdirinya, di Maret 2013, Pipiltin Cocoa lebih mengedepankan konsep chocolate shop & café yang dilengkapi dengan area mengolah cokelat ‘bean to bar’ atau dengan kata lain mengolah cokelat langsung dari biji kakao yang telah difermentasi dan dikeringkan.

Dari proses pemanggangan biji kakao, pemisahan kulit dan nibs kokoa, pemastaan nibs kokoa, mixing & refining, conching, tempering, dan moulding, dilakukan langsung di area pengolahan cokelat Pipiltin Cocoa.

Saat ini, Pipiltin Cocoa telah berevolusi menjadi manufaktur cokelat skala kecil-menengah yang telah dilengkapi mesin-mesin pengolahan cokelat seperti mesin 3 Roll Refiner hingga mesin Conching dengan kapasitas yang lebih besar, demi menunjang proses produksi sehari-hari yang terus meningkat.

Gerai Pipiltin Cocoa di daerah Barito, Jakarta Selatan, yang awalnya memiliki dua area yaitu area produksi dan area shop & café, saat ini telah difungsikan sepenuhnya menjadi small chocolate factory. Di small chocolate factory-nya, Pipiltin Cocoa menghadirkan sejumlah pelayanan edukasi berbayar menarik, seperti chocolate tour, chocolate classes, dan baking classes.

Untuk tetap mempermudah para konsumen dan pelanggannya menikmati sajian produk-produk berbasis cokelat dari Pipiltin, maka dihadirkan 1 gerai dengan konsep chocolate shop & café yang terletak di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat.

Di gerai Pipiltin Cocoa Sarinah—yang dibuka sejak 2 tahun lalu, tersedia juga “Scratch Table” untuk menunjukkan visi dan misi Pipiltin Cocoa yang membuat couverture chocolatefrom scratch“, atau dari awal; bermula dari biji kakao kering. Meja itu dilengkapi dengan berbagai peralatan dan bahan baku pengolahan cokelat untuk memberi gambaran bagaimana proses pengolahan cokelat di Pipiltin Cocoa.

Tabanan Chocolate

Tabanan Chocolate

Tabanan Chocolate merupakan salah satu kreasi plated dessert bergaya avant-garde yang dihadirkan oleh Pipiltin Cocoa dan menjadi salah satu signature product sejak awal Pipiltin Cocoa berdiri.

Menurut Tissa, Tabanan Chocolate memiliki konsep menghadirkan Tabanan, Bali, ke dalam sepiring dessert dengan menggunakan couverture chocolate produksi Pipiltin Cocoa yang diolah menggunakan biji kakao asal tanam dari Tabanan, Bali. Di atas piring, tercipta sajian chocolate dessert dengan berbagai macam tekstur dengan tampilan akhir yang terinspirasi dari pantai Tabanan yang identik dengan batu-batu besarnya dan ombak.

Selain menu modern plated desserts, tersedia juga pilihan chocolate bars, cookies, jam, pralines, pastry, chocolate-based cakes, dan chocolate-based beverages.

 

Chocolate Bars Pipiltin Cocoa Menembus Pasar Jepang

Dijelaskan oleh Tissa, jika chocolate bars yang diproduksi Pipiltin Cocoa sudah menembus pasar Jepang sejak awal tahun 2017, bekerjasama dengan partner dari Jepang.

Beberapa koleksi chocolate bars yang diproduksi Pipiltin Cocoa meliputi Tabanan Bali (38%, 60%, dan 70%), Aceh Pidie (73% dan 84%), Tabanan Bali 60 % (Almond, Macadamia, Cashew, Cranberry Almond), Glenmore (38%), dan Tanazozo Flores (65%).

Selain itu, Pipiltin Cocoa juga memproduksi chocolate bars yang memiliki padanan rasa unik seperti Spiced Caramel Lace Milk Chocolate, Nibs, Charcoal Ginger Milk Chocolate, Seasalt & Almond, Andaliman Milk Chocolate, Potato Chips, dan lain sebagainya. Pipiltin Cocoa memproduksi chocolate bars-nya dengan menggunakan 100% cocoa butter.

“Kami pun hanya menggunakan biji kakao yang sudah difermentasi dari varietas Trinitario, yang hingga saat ini didatangkan dari empat daerah di Indonesia, seperti Pidie Jaya – Aceh, Tabanan – Bali, Glenmore – Banyuwangi, dan Flores,” Tissa mengakhiri penjelasannya.

Leave a Reply