Java Kitchen Mendapatkan BARECA Award 2018

BARECA Award 2018 merupakan bentuk apresiasi terhadap insan atau tempat usaha kuliner Nusantara, yang dianugerahkan oleh BARECA Magazine. Sejumlah tempat usaha Bakery, Restaurant dan Cafe, juga tenaga pengajar dan institusi pendidikan kuliner serta institusi penelitian kakao dan kopi, yang atas dedikasinya memberikan kualitas produk dan pelayanan yang tinggi kepada masyarakat, telah menerima BARECA Award 2018 sejak pertama diadakan pada April 2018.

Di bulan Juli 2018 lalu, BARECA Magazine kembali memberikan penghargaan BARECA Award 2018 kepada Java Kitchen sebagai Restaurant with High Commitment in Products and Service Quality.

“Pemberian BARECA Award 2018 kepada Java Kitchen, mempertimbangkan bahwa Java Kitchen telah memberikan kualitas produk yang tinggi kepada para pelanggan dan konsumennya. Kami memberi penghargaan ini dengan keyakinan jika Java Kitchen telah mampu menjaga cita rasanya dengan penggunaan bahan baku berkualitas dan berani menetapkan harga jual yang pantas sehingga turut menaikkan citra kuliner tradisional Indonesia,” Ir Petrus Gandamana MM, selaku Pimpinan BARECA Media menjelaskan saat menyerahkan BARECA Award 2018 di Java Kitchen, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Juli lalu. Diterima langsung oleh F&B Manager Java Kitchen, Fitriah, mengungkapkan, “Kami dari Java Kitchen sangat senang dan bangga menerima BARECA Award 2018Di Java Kitchen, kjami menyajikan menu-menu makanan Indonesia, khususnya dari Pulau Jawa, dengan sebaik mungkin dan dengan cita rasa yang autentik serta lebih sehat.”

Filosofi Kejujuran dalam Menyajikan Sajian yang Berkualitas Tinggi

Perjalanan panjang Java Kitchen dimulai pada tahun 1988 di mana berdiri sebuah usaha makanan bernama Soto Lamongan. Ide untuk go international menjadi salah satu pemicu berubahnya brand Soto Lamongan menjadi Java Kitchen di tahun 1993.

Namun, misi untuk terus melestarikan makanan khas Indonesia, khususnya masakan Jawa yang disajikan dengan kejujuran – menggunakan bahan baku natural seperti menggunakan rempah-rempah alami juga santan segar dari perasan parutan kelapa, tidak menggunakan MSG maupun zat pengawet, serta diolah sebaik mungkin dengan proses memasak tradisional untuk menjaga keaslian cita rasanya.

“Java Kitchen didirikan karena melihat, dulu masakan Indonesia kurang dihargai, dianggap makanan pinggir jalan, padahal makanan Indonesia sangat beragam, natural dan kaya rasa. Java Kitchen juga berani membuka gerai di mall ternama karena keyakinan kami untuk terus mengangkat citra kuliner tradisional Indonesia, di mana saat itu banyak pengusaha kuliner lebih memilih membeli franchise restoran dari luar negeri,” Fitriah menuturkan.

Java Kitchen telah mampu membuktikan eksistensi usahanya dengan keberadaan 9 gerainya di Indonesia – 7 gerai di Jakarta, 1 gerai di Bekasi dan 1 gerai di Serpong, Tangerang. Java Kitchen juga telah mendapatkan Sertifikasi Halal MUI.

Menu Unggulan Gado-Gado Ulek

Di Java Kitchen, terdapat menu Gado-Gado Ulek yang menjadi salah satu unggulannya. Gado-Gado Uleknya tersaji dengan aneka sayuran segar, irisan telur, emping dan tentunya bumbu kacang yang sedap jugaharum. Kesegaran bahan baku yang digunakan seperti aneka sayuran organik segar, juga kacang segar untuk bumbu kacang yang dibuat baru setiap harinya, menjadi kunci utama dari cita rasa yang maksimal.

Lodeh Maranggi, Tumpeng Mini, Nasi Rames Ayam turut menjadi bagian dari sejumlah menu-menu unggulan lainnya yang disukai oleh para pelanggan Java Kitchen. Tentunya Java Kitchen juga menyediakan beragam menu minuman sebagai pelengkapnya, mulai dari wedang rempah, aneka jus buah, aneka teh dan kopi, hingga beragam es buah. Dijelaskan oleh Fitriah, jika di Java Kitchen, semua menu minuman termasuk menu jus buah diolah dengan menggunakan air mineral. Java Kitchen sangat serius dalam memilih dan menerapkan bahan baku, tentunya agar terjaga kualitasnya.

Hal ini sejalan dengan komitmen Java Kitchen untuk membawa dan memperkenalkan makanan tradisional Indonesia yang natural kepada generasi muda, agar hidup lebih sehat.” Fitriah menuntaskan penjelasannya.

Penulis : Dewi Sri Rahayu
Fotografer : Hendri Wijaya

Leave a Reply