Kakolait, Curahkan pikiran pada cokelat

Memasuki musim penghujan, sajian hot chocolate adalah pilihan minuman yang sangat tepat untuk dinikmati. Berawal dari kecintaannya akan cokelat, Pricillia Pranata yang pernah menghabiskan masa studi di Sydney, Australia dan ke tujuh temannya, mendirikan chocolate café yang dinamakan KAKOLAIT pada Oktober 2016, di Gading Serpong, Tangerang. 

Pricillia Pranata, salah satu dari delapan founder KAKOLAIT, bercerita bahwa nama KAKOLAIT sendiri merupakan singkatan dari Cacao, Coffee, Au Lait (milk added). Café dua lantai dengan dekorasi interior modern minimalis yang Instagrammable bernuansa kayu, berfokus pada sajian minuman cokelat dan kopi. Pun dengan sajian dessert-nya yang dominan berbahan dasar cokelat. “Kami menaruh seluruh pikiran kami pada cokelat”, Wanita yang ramah senyum ini, menuturkan.

Biji cokelat Jawa dan Sumatera dipilih sebagai bahan utama dari semua sajian cokelat di KAKOLAIT. Sedangkan untuk saat ini, KAKOLAIT menggunakan biji kopi Papua Dogiyai yang cenderung earthy dan memiliki hint cokelat, agar lebih pas ketika dicampur dengan sajian cokelat itu sendiri. KAKOLAIT sengaja mengangkat cokelat local taste. “Tren kopi turut menaikkan tren minuman cokelat di Indonesia dua tahun belakangan”, Pricillia menambahkan.

Pricillia, yang juga lulusan accounting dari salah satu Universitas di Sydney ini mengatakan, “Hot chocolate yang paling enak dan menghasilkan experience rasa yang maksimal adalah minuman cokelat yang menggunakan melted dark chocolate bar. Sebab dengan melted chocolate, tekstur yang dihasilkan akan lebih smooth dan tidak meninggalkan gumpalan bubuk seperti kalau menggunakan chocolate powder.” Semua varian produk minuman cokelat dari KAKOLAIT menggunakan melted chocolate bar.

Melted chocolate dihasilkan dari real dark chocolate bar dengan sistem double-boiled dengan suhu 70˚Celsius, kemudian dicampurkan dengan fresh milk untuk proses steam. Fresh milk yang digunakan kadar manisnya pun harus less, agar rasa cokelat tetap dominan. Proporsi dalam setiap sajian hot chocolate drinks KAKOLAIT adalah 40 % cokelat dan 60 % fresh milk agar cokelat tidak kental. Sedangkan khusus menu Thick Hot Chocolate terdiri dari 80% cokelat dan 20% fresh milk.

Seiiring berjalannya waktu dan kebutuhan akan pasar yang kian meningkat, KAKOLAIT membuka store keduanya di The Breeze, BSD pada Mei 2018. Dengan target pasar para pekerja kantoran, konsep take-away bar shop pun dipilih. Paper cups dipakai oleh KAKOLAIT sebagai cups on-the-go.

Hot Chocolate Signature

American Marshmallow (Christmas Edition)

KAKOLAIT memiliki tiga signature hot chocolate, yaitu Classic Chocolate, American Marshmallow, Crunchy Waffle Balls, dengan pilihan Dark ataupun Milk Chocolate. KAKOLAIT juga memiliki menu unik yakni Thick Hot Chocolate.

Sajian minuman hot dark chocolate dengan tekstur kental mengenyangkan yang merujuk pada Italian Hot Chocolate, namun tanpa tambahan corn flour di dalamnya. Kakolait hanya menggunakan cokelat murni dalam setiap sajian minumannya yang disajikan dalam customized ceramic cups.

Konsumen dapat memilih menikmati hot chocolate dengan dark chocolate (55%), milk chocolate (30%), atau extra dark chocolate (68%-70%) di KAKOLAIT. Menu Classic Chocolate juga dapat menjadi pilihan dengan latte art yang memanjakan mata, dilengkapi juga menu dessert Kakolava (chocolate lava cake), yang juga salah satu menu favorit di KAKOLAIT.

Penulis : Yohanes Christ

Fotografer : Hendri Wijaya

Leave a Reply