Kedutaan Besar Australia Hadirkan Andy Easthope dalam Coffee Masterclass bersama ICA

Dalam rangka mendukung budaya dan kecintaan yang sama terhadap kopi, Kedutaan Besar Australia di Jakarta mengadakan Coffee Masterclass yang menghadirkan Andy Easthope, Manajer National Coffee Academy di Grinders Coffee Roasters—tempat penyangraian biji kopi bersistem fairtrade terbesar di Australia.

 

Dalam lembaran siaran pers Kedutaan Besar Australia disebutkan, menurut Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, budaya kopi dan kafe merupakan bagian hidup dalam keseharian baik di Australia dan Indonesia serta ada banyak hal yang dapat dipelajari dari satu sama lain.

Coffee Masterclass

Aris Kadarisman, Andy Easthope, Lydia Trotter

Coffee Masterclass tersebut diadakan pada 29 September 2018 lalu, bertempat di Indonesia Coffee Academy (ICA), coffee academy yang berada di bawah naungan Anomali Coffee. Coffee Masterclass ini diikuti oleh sejumlah pelaku kopi/barista. Coffee Masterclass juga dihadiri oleh Aris Kadarisman, Trainer dari Indonesia Coffee Academy.

 

Di ruangan kelas ICA yang terletak di lantai dasar Anomali Coffee, Senopati, Jakarta Selatan, Andy Easthope menjelaskan sekaligus berdiskusi dengan para peserta mengenai seluk-beluk parameter penyeduhan kopi yang meliputi dari coffee grind size, brew ratio, water temperature, dan lainnya. Parameter ini berguna untuk mencapai hasil rasa yang unggul dalam secangkir kopi. Para peserta juga terlihat antusias bertanya kepada lelaki yang akrab disapa Andy ini.

 

Andy yang bersertifikat Q Grader, kemudian mendemonstrasikan cara menyeduh kopi menggunakan dua alat manual brew, yaitu V60 dan AeroPress, menggunakan biji kopi Panama – Maunier Estate (natural process) yang dibawanya dari Grinders Coffee Roasters. Memulai proses menyeduh kopi menggunakan V60, Andy menjelaskan dari awal tahapannya, hingga brew ratio yang digunakan; 18 gram bubuk kopi dan 300 gr air panas.

 

Andy juga menjelaskan, dalam menyeduh kopi menggunakan V60 ini, dirinya akan meminimalisir agitasi dengan cara menuangkan air secara perlahan, termasuk pada tahapan pertama penuangan air ke paper filter berisi kopi bubuk, yang disebut blooming. Dengan kata lain, penuangan air tidak langsung sekaligus, namun secara bertahap. Pada menit ke-2, Andy menuangkan seluruh air yang tersisa.

 

Sedangkan dalam menyeduh kopi menggunakan AeroPress, Andy menggunakan brew ratio 15 gram bubuk kopi dengan 200 gr air panas. Penuangan air juga dilakukan secara bertahap, sebelum akhirnya Andy menekan alat AeroPress tersebut, untuk mengeluarkan esktraksi seduhan kopinya. Pada kedua sesi penyeduhan kopi secara manual tersebut, Andy juga mempersilahkan para peserta untuk melakukan cupping test, untuk merasakan langsung hasil seduhannya.

 

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Fotografer: Kanno Sardella

Leave a Reply