Kevin Angra Limawan, tentang Hot chocolate

Pipiltin Cocoa memiliki slogan Chocolate from Scratch. Menjadi sebuah pengetahuan bernilai mengetahui proses pengolahan cokelat dari beans ke bar, dan olahan berikutnya. Cikal bakal nama Pipiltin berangkat dari filosofi Suku Aztec, dimana mereka mempersembahkan buah cokelat terbaik bagi dewa mereka. Nilai yang Pipiltin (adaptasi dari kata People) ambil adalah mempersembahkan hasil produk terbaik untuk sekumpulan orang.

“Kini cokelat sebagai pilihan minuman, baik hot drinks maupun ice drinks, setelah kopi. Saya yakin minuman cokelat akan menjadi tren baru di Indonesia, meskipun belum menjadi konsumsi sehari-hari. Di 2019, akan semakin banyak produsen cokelat yang berkompetisi karena demand yang tinggi akan cokelat dan berbagai inovasi produk yang lebih berani,” Pria berusia 29 tahun ini, menuturkan.

Kevin menambahkan, “Dalam menikmati hot chocolate, 15 menit pertama adalah kenikmatan maksimal saat diminum. Seruput secara perlahan dan nikmati kompleksitas rasa single origin cokelat yang dipilih.”

Kevin sendiri menyukai shaved cocoa powder yang praktis untuk meracik hot chocolate, ketimbang real dark chocolate ala Argentina. Menurut Kevin, shaved cocoa powder (100 milimicron) dengan komposisi 30 gram adalah jumlah maksimal untuk menikmati hot chocolate terbaik.

Sedangkan melted real dark chocolate single origin yang terbaik untuk sajian hot chocolate adalah 2/3 komposisi susunya, agar lelehan dari chocolate bar menciptakan cita rasa maksimal. Shaved cocoa powder juga merupakan varian produk Pipiltin Cocoa. Variannya yaitu House Blend (milk chocolate), Aceh 73%, Java 65%, Flores 65%, dan Bali 60%.

Kevin menjelaskan bahwa hot chocolate yang enak adalah yang tidak greasy, tapi smooth. Proses pengadukan dan suhu panas campuran susu saat proses peracikan haruslah sempurna. Komposisi persentase nibs yang lebih besar dan dominan akan semakin mendekati kekayaan rasa cokelat aslinya. Itulah sebabnya, Pipiltin Cocoa hanya memiliki persentase nibs di atas 50%. Orang Indonesia lebih suka milk-based chocolate, ketimbang water-based seperti orang Eropa. Namun, tetap ada yang suka water-based untuk mendapatkan rasa cokelat yang lebih maksimal.

Cokelat bahkan dapat dicampurkan dengan kopi, teh, hingga herbs. Menurut Kevin, Pipiltin Cocoa sudah dan sedang mencoba berinovasi untuk flavors baru ke depannya. Karena dengan adanya mixture ini, ada after taste yang unik berpadu dengan cokelat itu sendiri.

“Visi Pipiltin adalah agar cokelat dapat dinikmati segala kalangan dan segmen, yang secara tidak langsung membantu agribisnis kakao di Indonesia, mengembangkan ekosistem kakao dan meningkatkan tingkat kepercayaan petani kakao yang lebih tinggi. Dengan potensi Indonesia yang sangat besar sebagai eksportir kakao ketiga di dunia, Pipiltin Cocoa sedang melirik potensi single origin Papua dan Berau – Kalimantan Utara,” Kevin menjelaskan. Sebelum menutup percakapan, Kevin berbagi tips meracik minuman cokelat menggunakan shaved cocoa powder.

Tahapan Meracik Hot Chocolate (Shaved Cocoa Powder):

  1. Tuangkan 30 g shaved cocoa powder dalam wadah gelas.
  2. Diikuti dengan menuangkan 30 ml susu ke dalam wadah gelas.
  3. Dimasukkan ke dalam microwave dengan interval 20 detik.
  4. Keluarkan dari microwave, kemudian aduk dengan sendok, jangan menggunakan hand-mixer, sampai menjadi chocolate sauce dengan kekentalan yang diinginkan.
  5. Campur dengan hot milk sebanyak 220 ml, aduk rata dan hot chocolate pun siap dinikmati

Penulis : Yohanes Christ

Fotografer : Kanno Sardella

Leave a Reply