Namelaka, Sajikan 12 flavour choux sebagai signature product

Berawal dari toko daring yang berdiri pada Maret 2016, Namelaka yang didirikan oleh Chef Yoan Tjahjadi dan Chef Ivan Setyawan, berkesempatan berkolaborasi dengan Shophaus dan membuka offline store pertamanya di Shophaus, Menteng pada Desember 2016 hingga sekarang.

Namelaka berasal dari bahasa Jepang, yang memiliki arti smooth and creamy. Nama Namelaka sendiri juga merupakan salah satu nama teknik pastry dimana item pastry terlihat padat, namun saat dimasukkan ke mulut langsung meleleh.

Dua belas flavor choux menjadi signature dan specialty produk dari Namelaka. Produk lainnya adalah berbagai varian entremets dan tarts (Individuals). Yang menarik adalah kebanyakan produk dari Namelaka menggunakan aplikasi edible gold pada varian produknya.

Dekor Edible Gold

Kini orang Indonesia semakin suka dengan modern pastry, salah satunya adalah penggunaan edible gold pada pastry atau cake. Hal ini akan semakin trending di tahun-tahun mendatang.

Namelaka mengaplikasikan edible gold sebagai dekorasi pada produk cake-nya. Bukan sebagai gimmick, tetapi sebagai elemen enhance pada setiap outer look produknya. Edible gold leaf, gold dust, dan lustre gold adalah contoh aplikasi pada produk-produk Namelaka.

Pengaplikasian edible gold leaf pada cake harus berhati-hati karena teksturnya yang mudah hancur. Disarankan menggunakan pinset atau pisau kecil. Sedangkan untuk edible gold dust dapat dikuas atau menggunakan aplikator berupa spray untuk memudahkan aplikasinya pada cake dan terlihat lebih rapi.

Menikmati Sensasi Emas di Sejumlah Produk Namelaka

 “Namelaka menggunakan edible gold 23 dan 24 Karat yang ternyata tidak ada perbedaan secara visual dari warna dan tekstur. Edible gold leaf 22-24 Karat, aman dan tidak membahayakan, karena tidak dicerna dan diserap organ tubuh. Begitupun dengan silver yang tidak memiliki istilah karat; hanya disebutkan sebagai pure silver. Edible silver leaf, teksturnya lebih kaku dan tebal sedikit dari edible gold leaf”, Chef Yoan yang lulusan William Angliss Institute, Melbourne ini, menjelaskan.

Aplikasi edible gold dust selain bisa disemprotkan, juga bisa dicampurkan ke dalam glaze dalam tahapan pembuatan cake dressing, sehingga menghasilkan gold shimmer yang lebih memesona.

Chef Yoan menambahkan bahwa edible gold baik leaf, dust, dan lustre harus disimpan pada kontainer kedap udara dengan silica gel untuk menghindari kerusakan. Sedangkan untuk cake dengan edible gold tidak ada perlakuan khusus, hanya lebih pada ketahanan cake-nya sendiri.

Ada dua portion size Namelaka, yaitu whole cake dan individuals. Penggunaan edible gold untuk individuals hanya sedikit ketimbang pada whole cake, menyesuaikan komposisi ideal cake itu sendiri. Ada sekitar lima varian choux dengan aplikasi edible gold dan silver, serta sekitar sembilan varian Individuals yang menggunakan edible gold dan silver.

Penulis : Yohanes Christ

Fotografer : Kanno Sardella

Leave a Reply