Takumi robata & Sushi, tetap eksis dengan citarasa autentik

Di tengah menjamurnya restoran Jepang di Jakarta, eksistensi Takumi Robata & Sushi, yang dibuka pada tahun 2013 lalu, tak dapat diragukan lagi. Takumi Robata & Sushi menjadi unik dan berbeda dengan restoran Jepang pada umumnya yang ada di Indonesia—tepatnya di Jakarta, karena spesialisasi dari Takumi Robata & Sushi adalah robatayaki dengan citarasanya yang sangat autentik.

Bersantap di Takumi Robata & Sushi yang desain ruangannya kental bergaya Jepang dan didominasi kayu, sangat memanjakan mata karena restoran berada di area pemandangan bukit golf yang hijau. Lidah dan perut juga dimanjakan dengan penggunaan bahan premium dan citarasa makanan yang sangat autentik; seperti yang ada di Jepang.

Teknik Robatayaki

Robatayaki adalah teknik memasak ikan dari Jepang, dengan cara dibakar menggunakan arang kayu cedar di atas tumpukan pasir laut yang mencerminkan tradisi nelayan Hokkaido. Gaya memasak ini dikembangkan oleh para nelayan yang kelaparan, namun memiliki peralatan yang terbatas untuk memasak. Nelayan pun membakar hasil laut tangkapannya di atas kobaran api.

Sebelum ikan dibakar di sekeliling bara api, terlebih dahulu ikan yang telah dicuci bersih diberi sayatan menyilang membentuk huruf X lalu ikan ditusuk dengan batang logam, dibumbui dengan taburan garam dan disemprot sake. Kemudian batang logam yang telah ditusukkan ikan ditancapkan di atas tumpukan pasir mengelilingi bara api.

Menurut Chef Kudo atau yang akrab disapa Kudo-san, Executive Chef Takumi Robata & Sushi, ikan bakar khas Jepang tidak memerlukan penggunaan bumbu yang terlalu beragam karena dapat mempengaruhi rasa asli dari daging ikan itu sendiri. 

Daging seafood yang ada di Takumi Robata & Sushi didatangkan langsung dari Tsukiji Market, Tokyo, yang adalah pasar ikan terbesar di Jepang. “Kami mendatangkan ikan dan seafood segar dari Jepang sebanyak dua kali dalam seminggu. Ikan-ikan tersebut adalah hasil tangkapan para nelayan bukan ikan hasil budidaya, lalu kami simpan di suhu yang dingin, tapi tidak membuat bahan-bahan tersebut menjadi beku,” Yuli, Supervisor Takumi Robata & Sushi, mengungkapkan.

Ikan Sanma

Ikan Sanma atau Pacific Saury adalah jenis ikan laut yang memiliki bentuk yang ramping dan agak panjang dengan sisik berwarna perak. Biasanya ikan Sanma dapat ditemukan di bagian utara perairan Jepang pada saat musim gugur tiba, sekitar bulan September hingga November.

Chef Kudo menjelaskan, ikan Jepang yang berenang di laut dingin memiliki tekstur yang lebih keras karena hidupnya di arus yang kuat. Daging ikan Sanma mengandung banyak kalsium dan kandungan lemak yang tinggi. Karena itu ikan Sanma bagus untuk kulit dan juga tulang.

Untuk proses robatayaki membutuhkan waktu pembakaran selama 30 menit hingga warna kulit ikan menjadi coklat keemasan. Ikan Sanma pun siap disajikan bersama garnish lobak putih parut dan irisan lemon.

Menyantap ikan Sanma yang nikmat adalah dengan menuangkan soy sauce ke atas lobak putih parut, dan memeras irisan lemon di sepanjang badan ikan guna menghilangkan rasa amis. Tekstur dagingnya sangat lembut, rasanya manis dan gurih meski bumbunya hanya menggunakan garam dan sake.

Tokujyo Nigirisushi

Selain menu yang menggunakan ikan Sanma, robatayaki di Takumi Robata & Sushi dapat menggunakan pilihan menu seafood lainnya seperti oo ebi (king prawn), surume ika (Japanese squid), ayu (Ayu sweet fish), saba (mackerel), ise sebi (Japanese spiny lobster), taraba gani (red king crab), nihonkai nodokuro (ikan Nodokuro), Hokkaido kinki (ikan kinki) dan masih banyak lagi.

Penulis: Linda Endyanto

Fotografer: Hendri Wijaya

Leave a Reply