Aloha Aina, Dibangun Atas Kecintaan pada Hawaii

Belum banyak restoran di Bandung yang bertemakan masakan Hawaii. Sehingga nama Aloha Aina sering kali muncul di kalangan pencinta kuliner Hawaii. Aloha Aina adalah restoran yang terletak di Jalan Cigadung Raya Barat Nomor 3, Bandung, dan didirikan sejak Agustus 2010.

Restoran yang khas dengan 3 patung lumba-lumba ini didirikan oleh Dimas Soeyono bersama istrinya, Indah Lisa Diana, yang bermula dari kecintaanya pada Hawaii. Pemilik sekaligus chef dari Aloha Aina yang akrab dengan panggilan Dimas ini, pernah tinggal dan berkuliah di Hawaii selama kurang lebih 10 tahun. Selama tinggal di Hawaii, Dimas perlahan mulai mengenal masakan-masakan Hawaii dan mempelajari cara memasaknya.

Karena kecintaanya terhadap Hawaii, interior dari Aloha Aina juga terlihat seperti rumah klasik yang khas dari Hawaii dengan berbagai mural bunga, dedaunan, dan burung kakak tua merah.

Selain berbagai mural dan bangunan rumah dari kayu, ada pula replika Waikiki Trolley yang menjadi ciri khas Aloha Aina dalam membawakan suasana Hawaii-nya. “Karena di Hawaii, Waikiki Trolley adalah salah satu kendaraan yang digunakan turis untuk melakukan tur sekitar daerah Waikiki. Karena itu kami buat supaya orang langsung ingat dengan Hawaii,” Dimas menjelaskan.  

Perpaduan Antar Negara

Berkecimpung di dunia kuliner, Dimas sebagai chef tidak berhenti di masakan Hawaii saja, masakan Mexico, Jepang, India, dan Korea pun ia pelajari. Tidak lupa dengan negeri asalnya, berbagai rempah-rempah dan masakan Indonesia pun dipelajarinya juga. Dengan meng-infuse antara masakan Hawaii dengan gaya masakan negara lainnya, menjadikan ciri khas dari masakan Hawaii buatan Dimas. Tentunya sudah dicocokkan dengan selera lidah Indonesia dan menjadi restoran Hawaii pertama di Bandung yang halal.

Dimas menjelaskan, awalnya ingin menghadirkan Hawaiian style home cooking di Aloha Aina, namun seiring berjalannya waktu, masakan Hawaii yang dibuatnya di-infuse dengan bumbu dan gaya masakan negara lain sehingga menjadi Hawaiian-Asian-Indonesian style cooking. Kuliner Hawaii juga merupakan melting pot dimana masakannya sudah dipengaruhi dari berbagai negara seperti Jepang, Korea, Filipina, China, Western, dan Polinesia.

Pesona dari  Aloha Aina

Karena keunikan masakan fusion Hawaii-nya, pangsa pasar yang dituju Aloha Aina pun lebih ke semua kalangan, namun lebih tertuju kepada individu-individu yang senang berpetualang dalam menyicipi berbagai macam kuliner.

Selain itu, demi menjaga kesegaran bahan masakan dari pembuatan hingga ke meja tamu dan jam buka yang terbatas membuat Aloha Aina menjadi restoran yang terasa eksklusif. Aloha Aina hanya buka dari jam 3 sore hingga jam 10 malam. Dimas mengaku hanya dirinya sendiri yang menjadi chef di Aloha Aina.

Dalam seharinya, Aloha Aina juga tidak memiliki banyak persediaan bahan yang disimpan sehingga jumlah kursi di restoran Aloha Aina pun juga terbatas. Konsumen yang berencana datang dan ingin memesan makanan dalam jumlah besar diharapkan reservasi terlebih dahulu. Selain itu, Aloha Aina juga menerima permintaan atau request dari konsumen yang ingin menyantap variasi Hawaiian Poke lainnya seperti Tako Poke, Salmon Poke, Ahi Poke, dan jenis lainnya dengan reservasi 1-2 hari sebelumnya.

Taste of the Sea & Hawaiian Poke

Ada pula seasonal menu poke yaitu Taste of the Sea (dulu pernah disebut sebagai “On the Beach”) yang dapat dipesan dengan reservasi terlebih dahulu. Karena Aloha Aina perlu memastikan ketersediaan bahan segar dari berbagai jenis seafood yang digunakannya seperti baby octopus, salmon, tuna, scallop, kerang, udang, cumi, dan teri kecil.

Sesuai dengan namanya, Taste of The Sea memunculkan gambaran pantai dengan penyajian di atas kaca berwarna biru laut, bubuk  bread crumb yang seperti pasir pantai, ponzu sauce yang berbuih dan cita rasa dari berbagai jenis seafood yang mengingatkan kita pada laut. Sebagai penyegar, ada pula acar timun dan wakame (jenis rumput laut dari Hawaii) sebagai pendamping di dalam Taste of the Sea.

Selain Taste of the Sea, bintang utama dari Aloha Aina adalah Ahi Poke dan Aloha Aina Poke.  Ahi Poke sendiri dalam bahasa Hawaii merupakan gabungan kata Ahi dan Poke, dimana Ahi yang berarti ikan tuna dan Poke yang berarti “dipotong hingga menjadi ukuran bite size. Karenanya Ahi poke menggunakan ikan Yellowfin Tuna atau aku (nama ikan Skipjack Tuna dalam bahasa Hawaii). Poke juga dapat menggunakan gurita dan disebut Tako Poke karena tako  dalam bahasa Jepang berarti gurita.   

Makna Poke dan Variasinya

Poke sendiri merupakan masakan yang berisi ikan tuna atau salmon segar yang dipotong menjadi dadu, kemudian diberikan saus kecap asin, bubuk cabai dan disajikan dengan rumput laut, berbagai sayuran dan nasi.

Biasanya, Poke disajikan dalam mangkuk kayu sehingga banyak yang mengenalnya sebagai poke bowl. Ahi Poke di Aloha Aina adalah poke berisi potongan dadu ikan tuna segar yang bercampur dengan wakame dan bawang Bombay ditata dengan cantik di atas rumput laut, kemudian diberi saus kecap asin, dibubuhi bubuk cabai, disampingnya diberi potongan alpukat dan timun dan disajikan dengan semangkuk nasi.

Berbeda dengan Aloha Aina yang berisi nasi yang di atasnya berupa gabungan potongan ikan tuna, wakame, bawang Bombay, yang kemudian disiram minyak panas dan di atasnya diberi bonito flake.

Best Seller Lainnya

Selain Poke, best seller dan signature dish dari Aloha Aina adalah Loco Moco dan Coffee Rubbed Steak dan minuman Maitai dan Plantation Ice tea. Seperti namanya, Coffee Rubbed Steak adalah steak yang terbuat dari 2 weeks dry aged beef, dibalur dengan bumbu kopi khas Aloha Aina, tumis kentang dan sayuran yang  disajikan dengan homemade Mole Sauce.

Kemudian Loco Moco adalah hamburger steak dan telur setengah matang dengan homemade white gravy yang disajikan dengan nasi ataupun kentang dan saus teriyaki. “Terakhir, sebagai pendamping yang menyegarkan ada Maitai yang berupa campuran jeruk, lemon, markisa, dan soda. Ada juga Plantation Ice Tea yang berupa campuran jasmine tea, lemon, dan nanas,” Dimas menjelaskan sembari menutup cerita mengenai Aloha Aina.

Penulis & Foto: Maria Benita. A

Leave a Reply