Apa itu Gingerbread dan Gingerbread House?

BARECA menemui Chef Yuri Komalasari, Pastry Chef Le Méridien Jakarta, untuk melakukan proses pembuatan Christmas Gingerbread House. Proses pembuatan Christmas Gingerbread House dilaksanakan di dapur pastry Le Méridien Jakarta, di tengah kesibukan Chef Yuri dan pastry team-nya. Sebelum memulai kegiatan proses membuat Christmas Gingerbread House, BARECA berbincang bersama Chef Yuri yang menjelaskan mengenai sejarah gingerbread dan gingerbread house.

Apa itu Gingerbread?

  • Gingerbread adalah cookies rasa jahe dan rempah, yang dapat dibuat menjadi gingerbread house atau rumah roti jahe. Adonan gingerbread dipotong mengikuti bentuk dinding dan atap rumah yang kemudian dipanggang hingga matang. Gingerbread house kemudian dihias  dengan berbagai permen dan lapisan gula.
  • Gingerbread untuk Natal sangatlah populer. Di Jerman dan beberapa negara Eropa lainnya telah menganggap gingerbread sebagai traditional Christmas cookie dengan perjalanan sejarah yang panjang.
  • Gingerbread yang kita kenal sekarang berasal dari tradisi kuliner Eropa Abad Pertengahan.

Beberapa Catatan Sejarah & Legenda Gingerbread

  • Diyakini gingerbread atau roti jahe pertama kali dipanggang di Eropa pada akhir abad ke-11 ketika tentara salib yang kembali dari perang, turut membawa kebiasaan membuat roti berempah dari Timur Tengah.
  • Menurut legenda Prancis, gingerbread dibawa ke Eropa pada tahun 922 oleh biarawan Armenia yg kemudian menjadi Santo, Gregorius dari Nicopolis (Grégoire de Nicopolis). Dia tinggal selama 7 tahun di Bondaroy, Prancis, di dekat kota Pithiviers, tempat dia mengajar cara membuat dan memanggang gingerbread kepada para French Christians setempat.
  • Di Jerman, gingerbread dikenal sebagai Lebkuchen. Pada tahun 1293, serikat pembuat gingerbread pertama kali didokumentasikan di Silesia. Pembuat Lebkuchen/gingerbread di Jerman, tercatat pada awal 1296 di Ulm dan 1395 di Nuremberg, Jerman.
  • Pada abad ke-13, para pendeta di Franconia, Jerman, mulai membuat gingerbread dalam berbagai bentuk. Para baker abad pertengahan juga menggunakan papan berukir untuk membuat desain gingerbread yang rumit. Selama abad ke-13, kebiasaan membuat gingerbread secara custom tersebut menyebar ke seluruh Eropa.
  • Pada abad ke-13, gingerbread dibawa ke Swedia oleh imigran Jerman. Referensi dari Vadstena Abbey di Swedia menunjukkan bahwa pada tahun 1444, biarawati Swedia memanggang gingerbread untuk meringankan gangguan pencernaan.
  • Pada abad ke-14, pembuatan gingerbread menjadi populer di Munich, Frankfurt, Basel, Wina dan Nuremberg, yang terkenal dengan “Nürnberger Lebkuchen”. Di era 1600-an, Nuremberg bahkan diakui sebagai “Gingerbread Capital of the World”. Resep gingerbread tertua dari abad ke-16 yang terdokumentasi, saat ini tersimpan di Germanic National Museum di Nuremberg, Jerman.
  • Dipercaya, salah satu bentuk gingerbread, yaitu gingerbread house pertama kali dibuat di Jerman pada era 1600-an. Kepopuleran gingerbread house dimulai sejak abad ke-19, saat The Brothers Grimm mempublikasikan koleksi cerita dongeng, termasuk “Hansel and Gretel”. Ditengarai, pemukim awal dari Jerman yang membawa tradisi lebkuchenhaeusle (gingerbread house) ke Amerika Serikat.

Leave a Reply