Bagaimana pengaruh pandemi Covid-19 terhadap industri f&b di Indonesia? dari Sudut Pandang Chef Mandif

Di edisi ini, BARECA mewawancara Chef Mandif Warokka— award winning talented chef, yang saat ini bekerja sebagai Chef Patron and Founder Teatro Gastroteque & Blanco par Mandif.

Topik ulasan wawancara kami adalah mengenai pengaruh pandemi Covid-19 terhadap industri food & beverage (f&b) di Indonesia dan konsep cloud kitchen yang saat ini mulai banyak dilirik para pelaku usaha f&b Indonesia.

BARECA Magazine (BM): Chef Mandif, senang sekali di edisi Juli 2020 ini BARECA bisa berdiskusi dengan Anda berdua. Saat ini, apa saja kegiatannya, terutama di tengah penanganan pandemi Covid-19?

Saat ini merupakan masa yang sulit bagi dunia kuliner, mudah-mudahan ujian berat ini bisa segera berlalu. Saat ini dalam mengisi kegiatan, saya mengerjakan restoran secara daring dengan brand Dapur Express.

BM : Sejauh apa, kondisi saat ini mempengaruhi aktivitas Anda sehari-hari?

MW: Menurut saya situasi ini sangat mempengaruhi semua orang, tapi sisi baiknya saya dapat membagi waktu lebih banyak dengan keluarga. Sisi baik lainnya, keterbatasan dan juga masa pandemi ini membuat saya menjadi lebih kreatif.

BM: Bagaimana Anda melihat pengaruh pandemi Covid-19 terhadap industri food & beverage (f&b) di Indonesia?

MW: Kondisi ini sangat memukul industri f&b, saya merasa ini pukulan terberat selama saya mengarungi bisnis f&b ini, tidak hanya pendapatan yang hancur juga ketidakpastian bisnis restoran ke depannya. Saya merasa era new normal masih akan berpengaruh terhadap omset bisnis f&b. Jumlah tempat duduk yang tidak dapat dimaksimalkan pada saat new normal akan membawa efek yang cukup signifikan dalam menjalankan bisnis kuliner.

BM: Tiga pesan utama untuk para pelaku usaha food & beverage (f&b) agar bertahan di tengah pandemi dan masa penanganan pandemic Covid-19?

MW: Pertama, berpikir positif, lalu berpikir kreatif, dan ketiga: never give up.

Leave a Reply