Bakery & Pastry Corner di Ares Lounge & Bar Aston Pluit Hotel & Residence

Aston Pluit Hotel & Residence merupakan hotel bintang 4 dengan konsep bisnis dan family, yang terletak di jantung daerah Pluit, Jakarta Utara. Perjalanan 20 menit dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, memungkinkan akses mudah ke semua atraksi utama di Jakarta termasuk fasilitas belanja dan hiburan.

Didirikan sejak Oktober 2012, Aston Pluit & Residence yang merupakan property hotel managed by Archipelago International ini, memiliki 229 kamar hotel untuk tipe deluxe dan suite. Pelaku bisnis dan wisatawan menjadi pangsa pasar utamanya.

General Manager Aston Pluit Hotel & Residence, Jack Yaaro ZEGA, CHA, menyadari jika kompetisi bisnis perhotelan saat ini sangat pesat dan banyak sekali hotel-hotel baru bermunculan. Jika merujuk pada data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di tahun 2017, terdapat total 290.000 kamar dari 2.300 hotel berbintang di Indonesia, sedangkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada total 285.000 kamar dari 16.000 hotel non-bintang di seluruh Indonesia. Di tahun 2019, diproyeksi akan ada penambahan sekitar 55.000 kamar hotel berbintang.

“Bisnis hotel di 2019 ini tantangannya sangat ketat, selain dari semakin banyaknya bermunculan hotel-hotel baru, juga semua sudah beralih ke dunia digital. Memasuki era Industri 4.0, semakin besar tantangan-tantangan yang harus dihadapi para pelaku bisnis, termasuk di bidang perhotelan dan hospitality. Belum lagi, tren disrupsi digital dengan masuknya platform digital penyewaan kamar di luar jaringan hotel yang semakin diminati wisatawan, di mana memiliki sisi plus dan minusnya,” Jack Yaaro ZEGA, CHA, menuturkan.

Jack Yaaro ZEGA, CHA, juga menambahkan, “Sangat penting bagi kami untuk terus update dengan trend yang sedang terjadi, kemudian memanfaatkan digital sebaik mungkin dan mengikuti arah dunia digital. Dengan kata lain, menyiapkan dengan mengobservasi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Karena itu, kami tetap optimis menjalankan bisnis hotel dan hospitality ini.”

Rata-rata persentase okupansi kamar di Aston Pluit Hotel & Residence, adalah sekitar 60-70% setiap bulannya. Selaku General Manager, Jack Yaaro ZEGA, CHA, tentu menerapkan business strategy untuk terus menaikkan okupansi kamar maupun service area (ballroom, meeting room, dsb) yang ada di Aston Pluit Hotel & Residence. Salah satunya dengan fokus pada branding di dunia digital; memaksimalkan social media, re-training karyawan agar pengetahuan terus bertambah, hingga maintain relations dengan para clients.

“Prinsip saya di sisi maintain employee relations karena bagi saya karyawan merupakan aset penting yang harus dijaga, karena hal itu sangat berpengaruh dalam bisnis hotel, kemudian tentunya terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas agar tamu loyal,” Jack Yaaro ZEGA, CHA, berkata.

F&B Outlets Menjadi Bagian dari Fasilitas yang Ditawarkan

Melengkapi sektor pelayanan, ketersediaan fasilitas Di Aston Pluit Hotel & Residence, ditunjang dengan hadirnya 2 F&B outlets, yaitu Calantha Restaurant dan Ares & Bar Lounge. Sebuah Bakery & Pastry Corner juga tersedia, melengkapi salah satu sudut di Ares Bar & Lounge.

“Bakery & Pastry Corner ini penting karena kami melihat kebutuhan tamu yang tidak selalu makan makanan berat seperti main course. Selain itu,tamu tidak perlu keluar untuk mencari aneka cake, pastry, cookies, dan roti di tempat lain, karena sudah tersedia di sini,” Finky Santika NH, Public Relations Aston Pluit Hotel & Residence, yang turut menemani BARECA, menuturkan.

Wanita yang akrab disapa Finky ini, juga menyebut jika harga yang terjangkau, namun tidak mengurangi dari rasa pastry/cake/roti/cookies yang disajikan dengan kualitas bintang 4, menjadi keunggulan dari Bakery & Pastry Corner di Aston Pluit Hotel & Residence. Setiap harinya, tersaji 25-30 jenis produk. Avocado Chocolate Layer adalah salah satu signature cake-nya.

Peach Almond Tart juga menjadi produk pastry yang disukai para tamu Aston Pluit Hotel & Residence. Dengan isian almond cream ber-topping irisan manisan buah peach, cita rasanya menonjolkan rasa gurih almond dengan rasa manis yang seimbang.

Spekkoek dan Lapis Surabaya

Menyambut Hari Raya Idul Fitri, Bakery & Pastry Corner di Ares Bar & Lounge juga menyajikan aneka cookies, seperti Kaastengels, dan dua jenis kue lapis panggang khas Indonesia, yaitu Spekkoek dan Lapis Surabaya. Chef Roni Irawan, Pastry Chef Aston Pluit Hotel & Residence, menyajikan Spekkoek yang ternyata berbeda dengan Lapis Legit yang dikenal saat ini.

Tekstur dari Spekkoek tidak selembut Lapis Legit pada umumnya, teksturnya sedikit padat, namun masih terjejak karakter moist yang cukup. Karakter rempah kuat terjejak dengan rasa manis yang pas.

“Lapis Legit merupakan modifikasi dari Spekkoek, pada awalnya lebih dikenal Spekkoek ini. Kue lapis yang tercipta di era kolonial Belanda ini, sudah jarang ditemui karena saat ini lebih banyak yang menjual Lapis Legit. Perbedaan secara tampilan, bisa terlihat dari warna lapisannya. Lapis Legit rasa original biasanya hanya memiliki 1 warna saja, yang akan dipengaruhi dari hasil panggangan pada permukaan setiap lapisannya. Untuk Spekkoek, memiliki dua warna, di mana salah satunya lebih gelap karena menggunakan lebih banyak bumbu spekuk,” Chef Roni menuturkan sekaligus menutup percakapan.

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Fotografer: Hendri Wijaya

Leave a Reply