BRASSERIE BAKERY & RESTO

Km 5, Jl. Kolonel H. Burlian, Palembang, Sumatera Selatan

Kadang-kadang mengubah arah bisnis di saat rencana awal sudah mulai berjalan, bisa saja mengarah ke kondisi yang lebih baik dan sukses.

“Kami awalnya sudah membuka gerai untuk menjual kaset dan CD lagu serta DVD dengan desain gerai yang modern, namun karena memperkirakan kondisi ke depan yang tidak prospektif karena adanya teknologi mengunduh lagu via internet, maka kami juga membuka bakery,” jelas Setiawan Amir Badaruddin atau biasa disapa Setiawan, Pendiri dan Pemimpin Usaha Brasserie Bakery & Resto membuka percakapan dengan BARECA.

“Di depan ruko kami ada rumah sakit Charitas, maka saya berpikir para penjenguk pasti membutuhkan makanan seperti roti sebagai buah tangan,” jelas Setiawan tentang alasan jenis usaha bakery yang dipilihnya.

Berusaha Mengatasi Kendala

Tidak ada pengetahuan membuat roti di dirinya dan juga keluarganya, maka Setiawan memasang iklan baris mencari tenaga baker dan diterimalah lamaran kerja dari 3 baker yang berpengalaman kerja di bakery lain. “Namun di saat awal roti-roti kami belum mampu menarik pembeli secara maksimal. Penjualan saat itu hanya mencapai sekitar Rp 300 ribuan per hari, membuat saya kecut. Lantai 2 yang kosong (karena produksi roti di lantai 3 dan penjualan roti dan kaset lagu di lantai dasar-Red), saya ubah jadi rumah makan sederhana,” lanjut Setiawan.

Makanan di rumah makan yang dijual saat itu adalah makanan karya Ibunda dari Setiawan. “Mama bisa memasak nasi ayam Hainan dan saat kami sajikan mampu menarik pengunjung. Juga makanan lainnya seperti Pindang khas Palembang dan Sop Buntut sukses mendatangkan banyak pengunjung sehingga usaha rumah makan sangat membantu kami saat itu,” jelas Setiawan.

Setahun setelah usaha bakery berjalan barulah ada kemajuan karena berbagai produk roti Brasserie menjadi tampil modern, menarik dan cita rasanya disukai pelanggan. “Sejak itu penjualan kami meningkat pesat dan pada tahun 2005 saya putuskan unit toko kaset ditutup digantikan perluasan area penjualan bakery,” papar Setiawan tersenyum.

Gerai Brasserie

Perkembangan Brasserie

Apa arti nama Brasserie bagi Setiawan? “Saya suka nama itu, teringat saat kecil orang tua saya kalau membawa saya makan nasi Hainan di sebuah resto bernama serupa di stasiun MRT Sommerset Singapura. Saya bercita-cita jika membuka restoran juga ingin memakai nama tersebut. Dalam Bahasa Prancis ternyata nama Brasserie artinya adalah restoran dan cocok dengan usaha kami,” Setiawan tersenyum saat menjelaskan.

Pada September 2004 saat Pekan Olahraga Nasional (PON) berlangsung di Palembang, Setiawan menambah 2 gerai lagi yaitu di Palembang Square dan Palembang Trade Center. Sejak itu sampai saat ini gerai Brasserie sudah mencapai 16 di Palembang dan 1 di Gading Serpong serta 1 di Vila Melati Mas Serpong. “Besar di Palembang tidak berarti menjadi perhatian secara Nasional, maka ke Jakartalah kami harus ekspansi agar mendapat eksposur lebih kuat,”jelas Setiawan.

Namun persaingan dan tuntutan pasar di Jakarta tidak sama dengan di Palembang. Membuka usaha di mall atau ruko besar di pusat kota Jakarta sangatlah mahal. Membuka usaha di pinggiran kota Jakarta ternyata pembelinya menuntut harga di bawah harga jual produk Brasserie yang serupa di Palembang. “Kami harus menyesuaikan dengan kondisi di Serpong, baik dari sisi harga maupun isiannya,”Setiawan mengakui.

Berfokus Pada Kualitas dan Inovasi

Untuk mematangkan rencana agar usaha Brasserie terus berkembang maju ke depannya, maka Setiawan sudah mempersiapkan suatu tempat yang akan menjadi markas Brasserie di mana Pengembangan Inovasi Produk, Produksi, Pelatihan, Gudang dan kantor perusahaan akan bersatu di tempat yang sama.

“Tren produk terus hadir dan sebagai bakery kelas premium maka kami harus terus mengikuti tren yang ada. Tidak mudah untuk terus mengikuti tren karena masanya sebentar dan sering juga produk tren bukanlah pemberi keuntungan,”jelas Setiawan mengenai tantangan dalam usaha bakery.

Untuk kue-kue khas Indonesia baik aneka jajan pasar ataupun lapis Surabaya dan lapis Legit diakuinya sangat laku saat jelang perayaan hari raya seperti Lebaran, Natal, Tahun Baru dan Imlek. Kue-kue premium tersebut juga menjadi produk andalan Brasserie saat suasana Hari Raya berlangsung di Palembang.

Untuk menunjang pemasaran usaha bakery dan restonya, Setiawan mengandalkan pada jalur media sosial seperti FB dan IG serta website. Selain untuk mengkomunikasikan produk dan layanan Brasserie, juga untuk memperkokoh posisi Brasserie sebagai premium establishment.

Bahan Baku Premium untuk Produk Premium

Sebagai usaha yang memposisikan diri pada Family Bakery & Resto yang menyasar keluarga muda, maka kualitas produk yang berasal dari bahan baku berkualitas dan proses yang berstandar tinggi sangat disiplin diterapkan oleh Setiawan. Salah satunya adalah cokelat Colatta yang diproduksi oleh PT Gandum Mas Kencana (GMK).

“Cokelat Colatta saya dan team akui berkualitas premium dan sudah cocok dengan berbagai roti dan cake kami. Prinsip saya, kalau suatu bahan sudah cocok dengan selera pembeli maka kami pasti tidak akan menggantinya dengan merek lain,”tegas Setiawan.

“Pelanggan kami sudah berpesan, kalau ada kenaikan harga tidak apa dilakukan, asalkan kualitas produk jangan diturunkan, maka kepercayaan pelanggan tersebut sangat kami jaga,” lanjut Setiawan. Dia mengakui dukungan Gandum Mas Kencana dalam memasok produk secara konsisten, memberi pelayanan yang prima dan menghadirkan ide inovasi pada aneka produk sangat membantu usaha Brasserie.

Dengan jaringan distribusi produk GMK yang sudah menjangkau luas di seluruh Indonesia, maka Setiawan sangat mempercayakan cokelat Colatta dan berbagai bahan baku unggulan GMK lainnya dalam produk-produk Brasserie Bakery & Resto.

Perjalanan sukses Brasserie Bakery & Resto tentu menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa usaha yang dijalankan dengan disiplin dan penuh semangat, walaupun bukan usaha yang direncanakan sejak awal, mampu memberikan hasil yang menggembirakan. “Mimpi saya ke depan, Brasserie Bakery & Resto akan hadir di berbagai kota provinsi di Indonesia dan menjadi kebanggaan pelanggannya saat bersantap atau membeli roti dan cake di Brasserie,”pungkas Setiawan.

Penulis          : Petrus Gandamana

Fotografer   : Hendri

Leave a Reply