Chef Frederick Daud, Berbagi Opini Mengenai Buffet

Di edisi Februari 2019 ini, BARECA Magazine turut membahas mengenai menu buffet yang tersaji di hotel, mulai dari penjelasan umum mengenai buffet, hingga teknik memasak makanan yang disajikan di dalam menu buffet dari masing-masing pelaku usaha yang kami temui.

Kepada BARECA Magazine, Chef Frederick Daud Turambi, Executive Chef Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta yang telah 5 tahun bergabung dengan Santika Indonesia – Hotel & Resorts, tak segan berbagi opininya mengenai apa itu buffet, ciri khas kuliner khas Nusantara hingga berbagi tips memasak masakan khas Indonesia. Berikut pemaparannya:

  1. Buffet adalah salah satu layanan F&B yang sering ditemui di restoran hotel mulai dari kelas menengah hingga kelas atas. Dengan menikmati menu buffet, tamu restoran maupun hotel bisa menikmati sepuasnya beragam jenis minuman dan makanan mulai dari appetizer, main course hingga dessert dalam waktu dan tempat yang sama.
  2. Menu buffet yang disajikan sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang berkualitas dan segar karena umumnya menu buffet dimasak dalam jumlah yang cukup banyak. Penggunaan bahan segar yang langsung diolah akan menjadikan masakan beraroma lebih baik dan daya tahan makanan dapat bertahan lebih lama.
  3. Kuliner Indonesia termasuk kuliner yang banyak ditemui di menu buffet di beragam Hotel di Indonesia. Kuliner Indonesia terkenal akan penggunaan bumbu yang beraneka ragam. Dan untuk menghasilkan aroma dan cita rasa yang autentik harus berani dalam menggunakan bumbu masakan yang terdiri dari berbagai macam rempah-rempah dan bumbu dasar lainnya.
  4. Memasak kuliner khas Nusantara cukup menantang karena setiap daerah dengan ciri khasnya masing-masing memiliki cara dan teknik tersendiri dalam memasak kulinernya. Untuk menghasilkan cita rasa yang autentik, diperlukan kesamaan dalam penggunaan bahan, teknik memotong bahan, teknik memasaknya bahkan hingga teknik penyajiannya.
  5. Umumnya masakan khas Indonesia disajikan dalam keadaan masih panas atau selalu dalam keadaan panas, sebagai contoh: aneka pesmol, makanan berkuah seperti sayur bening, opor ayam, sup. Untuk menjaga makanan tetap dalam keadaan panas atau hangat maka ditaruh di atas anglo yang kadang dilapisi dengan daun pisang dan ada tungku pemanas di bawahnya.
  6. Meski terkenal dengan makanannya yang disajikan dalam keadaan panas, ada juga beberapa menu makanan khas Indonesia yang disajikan tanpa pemanas seperti tumisan kering dan aneka gorengan.
  7. Dalam memasak semur daging khas Betawi, sebaiknya menggunakan daging sapi jenis tenderloin yang dipotong dadu dengan berat potongannya berkisar 25 gram. Potongan jangan terlalu besar supaya daging mudah empuk dan bumbunya cepat meresap dengan sempurna.
  8. Pada tahap akhir memasak semur daging khas Betawi, setelah daging mendekati tekstur yang empuk, baru campurkan telur rebus dan kentang ke dalamnya. Perkirakan kentang akan matang bersamaan dengan daging menjadi empuk supaya tekstur kentang tidak terlalu lunak dan telur tidak menjadi hancur.

Penulis: Linda Endyanto

Fotografer: Hendri Wijaya

Leave a Reply