Chef Vindex Tengker: Condiment Masakan Khas Western

Dalam membuat masakan para Chef sering menggunakan condiment, baik berupa garam, merica, dan aneka saus. BARECA mewawancarai Chef Vindex Tengker untuk mengulas apa saja condiment yang dipakai dalam masakan khas Western.

Pada dasarnya condiment berfungsi untuk menambah rasa pada masakan. Chef Vindex mencontohkan beberapa condiment yang biasanya dipakai dalam memasak masakan khas Eropa ataupun masakan khas Western yaitu garam, merica hitam atau black pepper, mustard, saus tomat atau ketchup, mustard, olive oil, balsamic vinegar, peperoncino (dried chilli flakes), dan beberapa dipping sauce seperti mayonnaise dan tartar sauce.

Penggunaan Mustard

Mustard adalah condiment yang cukup sering ditemukan di resep masakan khas Eropa maupun khas Western. Mustard dibuat dari biji mustard yang dicampur dengan liquid seperti air, cuka, atau lemon, dan garam yang kemudian di-blend halus.

Adapun tipe mustard lain yang bernama Dijon mustard, yaitu jenis mustard yang khusus dibuat dan berasal daerah Dijon di Prancis. Berikut aplikasi Dijon mustard dalam masakan:

  1. Salad dengan mustard dressing (Dijon mustard dicampur dengan olive oil, vinegar, dan herbs untuk saus dingin dari mixed salad).
  2. Creamy Chicken Dijon Mustard (mustard dimasukkan ke dalam cream sauce untuk memasak potongan ayam).
  3. Roast Lamb Leg with rosemary, garlic, and mustard (lamb leg dilumuri dengan mustard, rempah-rempah, dan olive oil, lalu dipanggang).

Penggunaan Vinegar (Cuka)

Cuka sering dipakai dalam berbagai masakan baik masakan Asia Timur seperti Tiongkok, Korea, dan Jepang dan juga dalam masakan khas Western juga masakan Eropa. Namun, jenis cuka yang digunakan berbeda.

Menurut Chef Vindex, cuka dalam masakan Asia berfungsi sebagai tambahan bumbu untuk memberi rasa asam, sebagai pendamping masakan seperti dimsum, sebagai dipping sauce, dan juga sebagai bumbu dalam Hot & Sour Soup dan saus seperti Kung Pao Chicken sauce ataupun teriyaki sauce dalam masakan Jepang.

Sementara dalam masakan khas Western, Chef Vindex mengatakan bahwa cuka banyak dipakai untuk membuat pickled (acar) atau preservative (olahan pengawetan bahan makanan seperti sayur), dan juga digunakan pada masakan seperti stew, sebagai bumbu marinasi untuk menghilangkan rasa amis, dan juga sebagai tenderizer pada daging (beef), ayam, atau binatang buruan.

Di samping itu, cuka atau vinegar juga sering dipakai sebagai dressing salad seperti vinaigrette yang dibuat dari 3 bahan yaitu olive oil, vinegar, dan mustard. Vinegar yang digunakan dalam salad dressing ini juga ada macam-macam flavor dan jenis seperti balsamic vinegar, red wine vinegar, raspberry vinegar, champagne vinegar, dan masih banyak lagi.

Chef Vindex menambahkan untuk jenis balsamic vinegar juga sering digunakan untuk drizzle sauce untuk tomato and mozzarella salad untuk memperkuat rasa serta balance antara rasa sour dan sweet.

Penggunaan Acar, Horseradish, Aioli, dan Worcestershire sauce

Chef Vindex menjelaskan bahwa acar atau pickle juga termasuk sebagai condiment. Dalam kuliner khas Western, acar yang dipakai adalah acar ketimun kecil yang biasanya dipakai dalam tartar sauce, bisa juga di-slice sebagai condiment untuk burger. Di Asia, pickled bisa berarti acar yang mempunyai banyak campurannya.

Jenis condiment berikutnya adalah horseradish, yaitu sejenis root vegetable yang dapat dipakai sebagai penambahan spices atau sebagai condiment pendamping seperti pada smoked salmon dengan horseradish cream (whipped cream yang dicampur horseradish), atau sebagai sandwich spread.

Chef Vindex melanjutkan penjelasannya bahwa condiment seperti aioli sering dipakai dalam masakan Mediteranian atau Spanish dan dapat digunakan untuk enhance masakan, steak, atau sandwich. Aioli adalah saus emulsi yang dibuat dari bawang putih, olive oil, dan garam.

Untuk jenis saus sebagai condiment, Worcestershire sauce adalah kecap Inggris yang berfungsi sebagai bahan penambah rasa pada sauce dan marinasi. Beberapa masakan yang menggunakan Worcestershire sauce contohnya adalah Ayam Saus Inggris, Oyster Kilpatrick (masakan dari Australia), dan American Barbecue Sauce.

Penulis: Alvina Wikarna

Foto: Dok. BARECA Magazine

Leave a Reply