Cupcakes Company, Berawal dari USAHA DARING ke Gerai

Cupcakes Company adalah sebuah usaha yang dirintis oleh dua orang sahabat bernama Medina Aprilia dan Wynda Mardio. Kedua sahabat ini berteman sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA), namun mereka berpisah sejenak karena mereka kuliah di dua tempat yang berbeda.

Ketika Medina dan Wynda telah menikah dan memiliki anak, mereka bertemu kembali di sekolah anak-anak mereka. Medina yang bekerja di agensi periklanan memutuskan untuk berhenti bekerja, dan karena hal ini Medina lebih banyak menghabiskan waktu di dapur. Kesempatan tersebut digunakan Medina untuk mencoba membuat berbagai macam camilan untuk anak-anaknya.

Medina mengajak Wynda untuk membuka sebuah usaha di mana Medina di bagian produksi sementara Wynda, yang memiliki pengalaman di bidang kuliner fokus di bagian pemasaran. Pada tahun 2011, trend cupcake mulai masuk dan berkembang di Indonesia dan pada bulan Juni tahun itu juga, Medina dan Wynda memulai usaha mereka dengan menjual cupcake.

Awal memulai usaha Cupcakes Company, Medina dan Wynda memasarkannya melalui media sosial yaitu Instagram dan blog. Sebelum munculnya aplikasi seperti Whatsapp dan LINE, pemesanan dilakukan melalui SMS dan tak lama kemudian beralih ke Blackberry Messenger.

Seiring dengan perkembangan teknologi informatika, kini Cupcakes Company memiliki website dan jaringan pemasaran meluas. Tidak hanya dengan Instagram saja, Cupcakes Company juga memasarkan produk-produknya melalui online market place.

Cupcakes, Bomboloni, dan Berbagai Produk Lainnya

Menurut Medina, cupcake adalah sebuah kue yang praktis karena bentuknya yang mungil sehingga dapat dimakan dengan mudah; topping dan hiasan cupcake yang bervariasi menarik perhatian orang-orang. Cupcakes Company memiliki banyak varian rasa cupcake seperti Red Velvet, Blue Velvet, Oreo, Nutella, dan lain-lain.

Medina menambahkan bahwa Cupcakes Company pernah memiliki sekitar 30 varian rasa, namun seiring dengan perkembangan bisnis, trend, dan perkembangan pasar maka ada beberapa rasa yang dihapuskan dari menu. Perkembangan ini juga yang menyebabkan munculnya menu-menu baru selain cupcake, seperti varian whole cake dan slice cake, panna cotta, choux, pie, dan menu terbaru adalah bomboloni. 

Bomboloni adalah produk yang diluncurkan pada bulan Januari tahun 2019 ini. Bomboloni dari Cupcakes Company ini dijual per kotak dengan 6 macam rasa yang terdiri dari Plain (dengan ditaburi icing sugar), Caramel, Nutella, Keju, Crème Brule, dan Red Velvet. Ada pula mini bomboloni dengan isi Nutella yang dijual pada bulan Ramadhan lalu, dimana banyak konsumen yang membeli untuk kudapan berbuka puasa. Melihat banyak orang yang tertarik dengan mini bomboloni, Cupcakes Company berencana untuk membuat produk ini menjadi produk tetap.

“Saya suka makanan manis dan saya juga suka donat. Karena bomboloni ini sedang naik daun sejak akhir tahun lalu, maka saya coba hadirkan produk bomboloni di Cupcakes Company. Untuk saya, rasa dari bomboloni itu sangat pas, rasanya tidak terlalu manis dan tidak asin dengan tekstur yang mirip roti. Ketika bomboloni ini digigit, apalagi yang sudah diisi filling, jadi semakin lezat rasanya,” Medina mengungkapkan alasan menjual bomboloni dan daya tariknya.

Promosi dan Menentukan Lokasi

Tahun 2011, saat awal bisnis ini berjalan, produk dibuat di sebuah dapur sederhana yang berada di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan. Setahun kemudian, Medina yang juga tinggal di Pondok Indah, berpindah rumah, namun rumah produksi tetap di lokasi yang sama.

Medina yang memegang pengawasan produksi di dapur harus bolak-balik dari rumahnya yang cukup jauh ke Pondok Indah, ditambah dengan mengurus anak, akhirnya mereka memutuskan untuk memindahkan rumah produksi Cupcakes Company ke lokasi yang lebih dekat. Pada tahun itu juga, dapur produksi Cupcakes Company berpindah ke daerah Kemang, Jakarta Selatan.

Beberapa tahun kemudian dan dengan habisnya masa kontrak, Cupcakes Company berpindah lagi ke lokasi yang lebih luas dan nyaman sehingga memudahkan Medina mengontrol kegiatan produksi. Di lokasi ini, yaitu di daerah Pasar Santa, Jakarta Selatan, Cupcakes Company membuka toko fisik di mana orang-orang yang datang juga bisa duduk dan bersantai sambil menikmati produk-produk yang ada di sana.

Tiga tahun kemudian, Cupcakes Company kembali ke lokasi di Pondok Indah, tepatnya di Rumah Bali. Di Rumah Bali yang tadinya menjadi kantor dari Cupcakes Company akhirnya dibuat sebuah gerai kecil dan dapur produksi. 

Dengan banyaknya cake shop baru yang berkembang di Jakarta, maka persaingan untuk menarik pembeli juga semakin ketat. Namun, Cupcakes Company memiliki strategi untuk terus menarik perhatian pembeli, yaitu dengan mengadakan promosi tiap bulannya seperti dengan memberikan potongan harga (discount), promo beli 1 dapat 1, bebas ongkos kirim, dan lainnya yang biasanya di-post di sosial media seperti Instagram maupun website. Dengan promosi-promosi ini, orang-orang banyak yang tertarik dan membeli produk Cupcakes Company. Selain itu, promosi dari online market place juga membantu penjualan produk Cupcakes Company.

Penulis: Alvina Wikarna

Fotografer: Kanno Sardella

Leave a Reply