Dukungan Pemerintah dalam Membantu UMKM di Masa Pandemi Covid-19

Kendala utama yang dihadapi oleh para UMKM di masa pandemi ini adalah penurunan omset usaha karena berkurangnya arus mobilitas masyarakat dan juga tentunya daya beli. Banyak daerah di Indonesia yang mengandalkan pariwisata sebagai salah satu pendapatan utama daerah dan masyarakatnya, tentu saja dengan adanya pandemi Covid-19 ini, memberi dampak besar dalam penurunan pendapatan mereka karena jumlah wisatawan lokal dan mancanegara menurun drastis.

Para pelaku usaha yang bergerak di bidang pariswisata dan ekonomi kreatif tentu tidak dengan mudah siap mengatasi kondisi sulit ini, maka Pemerintah melalui Kemenparekraf giat menyalurkan bantuan kepada para pelaku usaha tersebut. Direktorat Akses Pembiayaan bidang Industri dan Investasi Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memiliki tanggung jawab dalam memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf).

“Kami menjadi matchmaker bagi pelaku usaha pariwisata dan ekraf (ekonomi kreatif) untuk menyalurkan dari dan ke mana bantuan tersebut diberikan,” Hanifah Makarim, Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf, menjelaskan tugasnya saat ditemui BARECA pada awal bulan September 2020 lalu.

Jenis-Jenis Pembiayaan

Hanifah menerangkan lebih lanjut bahwa ada beberapa jenis bantuan dan pembiayaan yang disiapkan Pemerintah kepada pelaku usaha UMKM, khususnya dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di masa pandemi ini. “Setiap pelaku usaha, baik usaha skala kecil hingga skala besar dapat menerima bantuan tersebut dan akan diarahkan sesuai dengan kebutuhannya”, jelas Hanifah.

Hanifah memberi contoh bahwa untuk usaha skala kecil, maka akan diarahkan ke perbankan yang memberi pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan jika bentuk usaha berskala besar yang membutuhkan dana lebih banyak akan diarahkan pada program lainnya.

Umumnya setiap peminjaman baik di perbankan maupun non perbankan membutuhkan jaminan. Dari sini tentu hadir sebuah pertanyaan; bagaimana dengan usaha yang tidak memiliki aset tetap seperti ruko atau rukan dapat memperoleh kredit? Apa yang bisa dijaminkan kepada lembaga peminjaman? Hambatan utama yang dialami oleh kebanyakan UMKM memang adalah koleteral/jaminan kredit.

“Sekarang ini, beberapa lembaga pembiayaan sudah ada yang memberikan pinjaman tanpa jaminan contohnya seperti Fintech (financial technology) atau pinjaman daring di mana bagi mereka yang tidak memiliki jaminan bisa diarahkan ke peminjaman daring”, jelas Hanifah. Untuk program KUR sendiri, Hanifah menjelaskan bahwa kini program KUR sudah terintregrasi dengan program pinjaman di mana Pemerintah membayar jaminan si pelaku usaha UMKM kepada lembaga penjamin.

Program Relaksasi KUR

Demi meringankan beban UMKM, Pemerintah di bawah Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020, memberikan program relaksasi KUR kepada mereka yang kesulitan membayar pinjaman KUR di masa pandemi ini.

Dengan program relaksasi ini, UMKM dapat meminta perpanjangan jatuh tempo kreditnya, penundaan pembayaran bunga, dan bahkan juga dapat meminta tambahan dana. Direktorat Akses Pembiayaan dan Investasi juga memiliki banyak program lain untuk membantu UMKM di tengah pandemi ini, salah satunya adalah bantuan insentif Pemerintah yang telah berjalan.

Adaptasi, Inovasi, dan Gunakan Digital Platform untuk Memasarkan Produk

Sebelum menutup pembicaraan dengan BARECA, Hanifah berpesan bahwa dengan terjadinya pandemi ini, UMKM harus bisa beradaptasi dan berinovasi. Selama pandemi ini berjalan akan terus bermunculan usaha-usaha rumahan baru yang menjadikan persaingan usaha semakin tinggi, maka para pemilik UMKM harus bisa beradaptasi cepat dan memberikan nilai yang lebih kepada pembeli.

“Pandemi ini membatasi kontak fisik antar sesama manusia, di mana biasanya pembeli datang ke tempat si penjual, sekarang ini pembeli enggan datang ke lokasi karena pandemi. Sebaiknya para pelaku usaha konvensional mulai menggunakan digital platform agar usahanya bisa tetap berjalan di tengah situasi ini, misalnya dengan menggunakan marketplace untuk menjual produknya”, pesan Hanifah menuntaskan wawancara.

Penulis: Alvina Wikarna

Fotografer: Kanno Sardella

Leave a Reply