Festeaval with Exoteaque

Pada tanggal 24 Agustus 2019, Agromedia Pustaka menerbitkan buku karya Othniel Giovanni, pemenang Tea Master Cup of Indonesia 2019, yang berjudul “A Diary of a Tea Drinker” sekaligus mengadakan serangkaian kegiatan bertemakan teh yang diselenggarakan di Gramedia World BSD.

Buku “A Diary of a Tea Drinker” ditujukan untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam menikmati teh kepada semua orang. Di dalam buku ini Othniel Giovanni menjabarkan berbagai jenis teh (single origin tea), kisah fiosofi teh, cara menyeduh, dan manfaat teh, yang juga dilengkapi dengan foto-foto yang menarik. Buku ini secara rinci menjelaskan rasa, aroma, hingga sensasi yang muncul dari setiap jenis teh. Selain peluncuran buku dan talkshow, kegiatan ini juga meliputi coaching clinic, tea cupping, tea bazaar yang dihadiri oleh produsen teh Indonesia yang memiliki prestasi tinggi, dan tea class.  

Dalam mewujudkan semangat Go Green dan mengurangi sampah, pengunjung acara ini dihimbau untuk membawa cangkir masing-masing dari rumah atau yang dikenal dengan Bring Your Own Tea Bowl. Menurut Othniel, Bring Your Own Tea Bowl adalah prinsip ketika telah memahami filosofi kehidupan daunt eh serta meresapi air teh yang setiap kali diminum dan mengalir ke dalam tubuh.

Teh asal Indonesia dan Aplikasi Teh Dalam Kuliner

Dalam kegiatan ini, BARECA memiliki kesempatan berbincang dengan Othniel Giovanni tentang teh Indonesia dan aplikasi teh dalam usaha Food & Beverage (F&B). Menurut Othniel, teh Indonesia layaknya bangsa Indonesia memiliki karakter yang berbeda-beda, ada yang memiliki karakter rasa yang mirip dengan Chinese tea, karakter teh yang mirip dengan Indian tea, dan lain sebagainya. Kualitas teh Indonesia pun juga tidak kalah saing dengan teh luar negeri.

Dalam aplikasinya teh dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu teh yang dinikmati dengan sendiri dan teh culinary grade. Teh yang dinikmati sendiri umunya memiliki kualitas yang lebih tinggi karena yang teh ini khusus dinikmati rasa, aroma, dan sensasinya. Sementara teh yang dipakai dalam F&B, biasanya menggunakan kualitas fannings atau broken orange pekoe (BOP) dimana rasa tehnya dominan namun layering rasanya kurang.

Penulis: Alvina Wikarna

Fotografer: Maria Benita A

Leave a Reply