Iki Koue, Tanam Sendiri Daun Pandan dan Daun Suji

Karina dan Laura berupaya menggunakan bahan baku sesegar mungkin, apalagi bahan-bahan untuk kue tradisional Indonesia, asalnya dari tanah Indonesia juga. Namun, pada saat kesulitan menemukan kualitas bahan baku segar yang sesuai standarnya, seperti daun pandan dan daun suji, maka Karina dan Laura, dibantu stafnya, mencoba menanam sendiri.

“Berawal dari sulitnya kami mendapatkan daun pandan dan suji yang berkualitas baik sedangkan kebutuhan kami lumayan banyak. Lalu kami melihat area di depan dapur pusat Iki Koue yang berada di BSD, Tangerang, bisa dijadikan tempat bercocok tanam. Ide ini disambut positif oleh staf kami. Jadi setiap pagi mereka bertugas piket untuk menyiram dan mengumpulkan daun-daunnya. Ternyata mencukupi kebutuhan produksi sehari-hari dengan kualitas yang terjaga,” Karina, menambahkan.

Aneka Kue Nampan

12 variasi produk utama dengan 30 macam jajanan pasar atau kue tradisional Indonesia, tersedia di Iki Koue. Terdapat 4 macam Kue Nampan, mulai dari Isi 25 dengan 5 macam kue kecil, Isi 30 dengan 6 macam kue besar, Isi 60 dengan 6 macam kue kecil, dan Isi 100 dengan 10 macam kue kecil.

Contoh Kue Nampan isi 60, bisa berisi Pastel, Lemper, Getuk Pelangi, Kue Mangkok, Bolu Ubi, Kue Ku, dan Risoles Rogut. Kue Nampan ini masuk ke dalam jajaran best selling products di Iki Koue, selain snack box dan Tumpeng Sawut.

Aneka Jajanan Pasar di Iki Koue

Kue Mangkok Ubi Merah dan Kue Mangkok Ubi Ungu merupakan varian dari Kue Mangkok yang dapat dipilih saat memesan aneka Kue Nampan. Kue Mangkok Ubi Merah terbuat dari ubi merah kukus yang dihaluskan, tepung terigu, gula pasir, ragi, dan santan.

Komposisi yang sama digunakan pada pembuatan Kue Mangkok Ubi Ungu, tetapi ubinya diganti dengan ubi ungu kukus. Adonan kue mangkok dikukus dengan api besar, selama 15 menit jika mengacu pada ukuran kue mangkok di Iki Koue.

Lapis Suji yang khas dengan lapisan-lapisannya ini terbuat dari tepung sagu, santan, gula pasir, dan pewarna alami dari daun suji dan daun pandan. “Untuk mengukusnya diperlukan api kompor yang besar, perlapisnya dibutuhkan waktu sekitar 10-15 menit, dan sampai selesai semua lapisan kurang lebih 3 jam,” Laura mengatakan.

Getuk Pelangi a la Iki Koue terbuat dari bahan dasar ketela singkong, santan, gula pasir, pewarna makanan hijau dan merah. Untuk kelapa parutnya dikukus mendekati penyajian. Laura menambahkan, bahwa proses produksi yang higienis, temperatur masak, dan penyimpanan yang sesuai standar, penggunaan bahan-bahan yang berkualitas menjadikan produk-produk Iki Koue tidak mudah basi.

Tumpeng Borobudur, Tumpeng Sawut, dan Bubur Jawa Set

Iki Koue juga memiliki produk istimewa yang cocok untuk acara-acara besar, seperti Tumpeng Borobudur yang terdiri terdiri dari 110  macam kue dan 10 porsi tumpeng sawut, dibentuk seperti tumpeng dan susunannya berundak-undak.

Selain itu ada Tumpeng Sawut, yang juga cocok untuk sajian perayaan atau variasi pengganti tumpeng nasi. Tumpeng Sawut terdiri dari Singkong Sawut, Getuk Pelangi, Grontol, Cenil Ubi Ungu, Ketan Hitam, dan Lopis.

Tidak ketinggalan Bubur Jawa Set yang sangat cocok sebagai sajian penutup dari set menu kuliner Indonesia. Bubur Jawa Set terdiri dari Bubur Sumsum, Biji Salak, Ketan Hitam, Kolak Pisang, dan Bubur Kacang Hijau yang dikemas dalam kendil tanah liat yang nantinya bisa disimpan oleh konsumen untuk penggunaan pribadi.

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Leave a Reply