Indonesia Coffee Events 2020, Kopi Bukan Hanya Demi Eksistensi, tapi Kolaborasi

Indonesia Coffee Events atau ICE adalah ajang kompetisi barista paling bergengsi di Indonesia. Pada tahun ini, ICE diadakan di gedung SMESCO pada tanggal 12-15 Februari 2020. Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) selaku tim penyelenggara bersama tim kerja ICE 2020 telah mempersiapkan rangkaian acara interaktif dan edukatif di samping acara utama yaitu Indonesia Barista Championship (IBC) dan Indonesia Brewers Cup (IBrC).

Tiap tahunnya, ICE tidak hanya melahirkan barista-barista terbaik, namun juga mengedukasi masyarakat luas tentang serba serbi dunia kopi. Di sisi lain, tradisi mengirim pemenang IBS dan IbrC mewakili Indonesia pada ajang kompetisi barista dunia di bawah naungan World Coffee Events (WCE) menjadikan ICE sebagai navigasi Kopi Indonesia di atlas perkopian dunia.

Tahun ini, ICE diadakan hanya dalam satu babak Nasional saja, sementara babak regional (eliminasi) ditiadakan dan disatukan dengan event Nasional mengingat keterbatasan waktu. Fokus tim kerja lebih mengutamakan ketersediaan waktu bagi para pemenang untuk mempersiapkan kompetisi tingkat dunia, World Barista Championship (WBC) dan World Brewers Cup (WBrC) pada bulan Mei di Melbourne, Australia.

Bertepatan dengan Valentine’s Day, ICE 2020 mengajak pecinta kopi untuk berkolaborasi (KOPILABORASI) dari berbagai aspek mulai dari seniman, arsitek, pebisnis, penulis, musisi, aktor, perancang busana, influencer, builder motor, dan pelaku usaha kopi dari berbagai skala industri untuk membangun ekosistem kopi. Kolaborasi ini dihadirkan ICE 2020 dalam program Coffee Village.

Para pelaku kopi pun dapat berinteraksi langsung dengan narasumber dari berbagai profesi pada talk show yang diselenggarakan pada tanggal 13-14 Februari 2020. Di samping talk show, Coffee Village juga menghadirkan jajaran aktor di industri kopi yang memberikan andil besar dalam penyelenggaraan ICE 2020.

 “Kami menilai event ICE sebagai salah satu event industry specialty coffee yang penting di Indonesia. Karenanya DFI ikut aktif mendukung sejak 2015. Menurut kami, sejak awal penyelenggaraannya, event ini sangat berkontribusi dalam pertumbuhan industry specialty coffee Indonesia. Kami turut bersemangat dan akan terus mendukung acara ini ke depannya,” Direktur Utama PT Diamond Food Indonesia Tbk, Phillip Chen, yang juga menjadi sponsor dalam kegiatan ICE 2020, menyampaikan.

Indonesia Barista Championship dan Indonesia Brewers Cup

Dua kompetisi ini diikuti oleh para barista dan brewers dari seluruh wilayah di Indonesia. Kompetisi yang dilaksanakan selama 4 hari ini dilaksanakan dalam tiga tahap: eliminasi, semi final, dan final. Para peserta diuji keahlian serta pengetahuan mereka dari segi teknik dan performance dalam menyajikan kopi.

Dalam kegiatan kompetisi IBC, peserta harus membuat 4 buah espresso, 4 buah milk drinks, dan 4 signature drink dalam waktu 15 menit. Penilaian juri terdiri dari rasa, kebersihan, teknik, kreativitas, dan presentasi minuman. Pemenang pertama yang juga akan mewakili Indonesia dalam World Barista Championship adalah Mikhael Jasin, barista dari PT Republik Kopi Nasional.

Sementara IBrC menekankan pada teknik brewing filter coffee dengan manual brewing & service excellence. Terdapat dua tahap dalam IBrC yaitu Compulsory Service di mana peserta harus menyajikan kopi menggunakan beans yang diberikan oleh ICE dan Open Service yaitu peserta menyajikan minuman menggunakan beans yang mereka bawa. Pemenang dari IBrC adalah Santoso Ardiansyah, barista dari Obar Coffee Shop Bali.

“Saya sangat senang sekali dapat memenangkan kompetisi ini dan menjadi wakil dari Indonesia dalam ajang World Brewers Cup. Saya tidak menyangka ternyata bahasa bukan menjadi tolok ukur untuk bisa go international,” Santoso mengatakan kepada BARECA.

Santoso sendiri telah mendalami dunia perkopian sejak 5 tahun yang lalu dan telah mengikuti beberapa kompetisi barista lainnya. Santoso mengatakan bahwa untuk persiapan berikutnya ia akan belajar bahasa Inggris lebih mendalam lagi dan juga mempersiapkan mental dan fisiknya untuk kompetisi World Brewers Cup di Melbourne, Australia, pada bulan Mei 2020.

Penulis: Alvina Wikarna

Fotografer: Kanno Sardella

Leave a Reply