It’s My Cake, Mengawali Dari Usaha Rumahan

Sebelum It’s My Cake menjadi sebuah gerai bakery, usaha ini hanya usaha rumahan saja. Berawal dari mempelajari bahan baku mentah dari produk impor khususnya produk yang berbahan dasar susu, dicampur dengan bahan baku lokal menggunakan berbagai metode atau teknik pengocokan yang memerlukan waktu, proses, dan formulasi yang tepat, kakak beradik Zaenoedin dan Zayadi memulai mencoba membuat cake dari aneka bahan baku tersebut.

Usaha It’s My Cake sudah dikenal sejak tahun 2005 dimana pesanan kue banyak dikirim ke instansi perkantoran dan perbankkan.Seiring berjalannya waktu dengan bertambahnya pesanan dari mulut ke mulut, pada tahun 2011 dibuka gerai pertama dari It’s My Cake di Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan. Saat ini, It’s My Cake memiliki 7 gerai bakery dimana 6 gerainya berada di daerah Jakarta Selatan dan Tangerang, sedangkan 1 gerai berada di Bandung.

“Kami akan terus berusaha mengembangkan usaha ini. Tahun 2019, kami memiliki rencana untuk membuka beberapa gerai lagi di wilayah Jakarta,” Chef Indra Lesmana, Pastry Chef dan perwakilan dari It’s My Cake, membuka percakapan.

Mengenalkan Ragam Cake Internasional dengan Harga Terjangkau

It’s My Cake memiliki konsep untuk mengenalkan ragam cake internasional seperti Tiramisu, Black Forest, Red Velvet dan sebagainya, dengan harga terjangkau, kepada segmen masyarakat yang belum pernah mencicipinya. Selain itu juga karena keinginan para pemiliknya untuk membuka lapangan kerja baru dan memberikan skill kepada pekerjanya agar bisa bersaing dalam dunia pastry.

Untuk menciptakan cake internasional dengan harga terjangkau, Chef Indra menggabungkan bahan-bahan kualitas premium dengan bahan kualitas standar, agar cake memiliki rasa yang tetap enak dan dapat diterima masyarakat, namun dari sisi harga masih terjangkau. Dengan tingginya persaingan bisnis kuliner, Chef Indra mengakui harus banyak memikirkan strategi agar usaha dapat tetap bertahan.

Di It’s My Cake juga terdapat event Hari Ibu dan Hari Guru yang dibuat sendiri oleh pelanggan yang datang. Hal ini didukung dengan lokasi It’s My Cake yang berdekatan dengan sekolah-sekolah sehingga banyak siswa-siswi yang datang membeli cake untuk guru atau ibunya.  

Chocolate Chill dan Tiramisu Chocolate

Chocolate Chill dan Tiramisu Chocolate adalah dua cake yang menjadi pilihan favorit pelanggan It’s My Cake. Chocolate Chill terdiri dari 3 layered sponge cake dengan chocolate mousse sebagai filling-nya, sementara Tiramisu Chocolate adalah tiramisu cake yang ditambah dengan mousse chocolate. Rasa cokelat menjadi rasa utama pada kedua cake ini.

Chef Indra memilih rasa cokelat karena cokelat adalah rasa yang lebih cocok dengan lidah orang Indonesia. Selain kedua cake ini, Red Velvet dan Black Forest Cake juga menjadi cake favorit para pelanggan It’s My Cake.

Black Forest Cake

Tips Membuat Cake

Untuk membuat cake yang baik kualitasnya, Chef Indra sangat menjaga perlakuan dan pemilihan bahan karena akan sangat berpengaruh pada hasil akhir produknya. Begitu juga dengan teknik pengocokan cake yang ditentukan dari jenis cake apa yang akan dibuat dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

“Contohnya jika ingin membuat cake yang tidak membutuhkan waktu lama, gunakan all in method. Tapi jika ingin membuat cake dengan tekstur yang bagus dan empuk dapat menggunakan foaming method atau creaming method. Bahan-bahan dasar cake perlu diperlakukan dengan baik agar hasil cake juga maksimal,” Demikian Chef Indra menutup penjelasannya.

Penulis: Alvina Wikarna

Fotografer: Kanno Sardella

Leave a Reply