Karakteristik Biji Kopi Sulawesi Tana Luwu Natural

Biji kopi Sulawesi Tana Luwu Natural berasal dari Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, berseberangan dengan Kabupaten Tana Toraja. Pohon kopi Sulawesi Tana Luwu Natural tumbuh subur di Pegunungan Latimojong dengan ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut.

“Iklim di Pegunungan Latimojong sangat sejuk, pada siang hari suhunya berkisar 20°24° Celsius, semakin malam semakin sejuk,” Nurul, pemilik sekaligus roaster Brew Phobia Roastery, mengawali percakapan dengan BARECA.

Karakteristik Biji Kopi Sulawesi Tana Luwu Natural

Kopi Sulawesi Tana Luwu Natural yang memasuki masa panen antara bulan Mei hingga Agustus ini termasuk varietal Typica, varietas kopi arabika tertua. Biji kopi mentah dari varietas Typica ukurannya lebih besar dan lonjong dengan densitas biji kopinya sekitar 760 gram/liter.

Menurut Nurul, biji kopi Sulawesi Tana Luwu Natural sangat unik. Jika pada umumnya ceri kopi yang diproses natural di Indonesia akan mengeluarkan aroma dan rasa strawberry, namun berbeda dengan ceri kopi Sulawesi Tana Luwu Natural yang lebih condong ke aroma dan rasa cranberry. “Manisnya menyerupai manisnya permen dengan tingkat keasaman yang rendah dengan body yang medium. Untuk aftertastenya sangat unik, terasa hangat menyerupai permen jahe,” Nurul mengatakan.

Aroma dan rasa yang khas menjadikan kopi Sulawesi Tana Luwu Natural sangat dominan antara fruitiness dan spiciness. Kopi Sulawesi Tana Luwu Natural menjadi berbeda dengan kopi Sulawesi lainnya yang rasanya lebih condong ke rasa jeruk ataupun lemon. Dengan keunikannya tersebut menjadikan kopi Sulawesi Tana Luwu Natural sangat diminati bahkan hingga ke kalangan peminum kopi di mancanegara. USA menjadi salah satu negara yang memiliki minat yang tinggi pada kopi Sulawesi Tana Luwu Natural.

Leave a Reply