Konsep & Bisnis Gelato, Ice Cream, dan Sorbet Menurut Ronald Prasanto

Ronald Prasanto

Konsep & Bisnis Gelato, Ice Cream, dan Sorbet

Gelato, ice cream, dan sorbet merupakan dessert yang banyak digemari masyarakat, baik untuk dikonsumsi ataupun menjadi peluang usaha. Di podcast BARECA Sharing for Success, Ronald Prasanto, entrepreneur dan gelato expert membagikan pendapatnya mengenai perbedaan ketiganya termasuk konsep dan bisnis  gelato, ice cream, dan sorbet  di Indonesia. Berikut kesimpulannya:

Konsep Gelato, Ice Cream, dan Sorbet

  • Konsep dasar pembuatan gelato, ice cream, dan sorbet secara machinery adalah melakukan upaya untuk memasukkan seberapa banyak udara ke dalam mixture dan proses pendinginannya. Contohnya ketika ingin membuat ice cream, maka udara lebih banyak masuk dan kadar lemaknya lebih tinggi dibandingkan dengan gelato. Sementara sorbet tidak boleh memakai dairy product (susu, cream, atau butter).
  • Perbedaan jumlah dan jenis bahan baku yang digunakan akan mengubah tekstur ditambah dengan pemakaian stabilizer dan emulsifier untuk menunjang tekstur gelato, ice cream, atau sorbet yang diinginkan.
  • Ini semua merupakan hal dasar yang harus dipelajari bagi mereka yang ingin terjun ke dalam bisnis ini.

Perbedaan Gelato dan Ice Cream

  • Secara kasat mata, perbedaan gelato dan ice cream sudah tampak dari bentuknya. Gelato umumnya dibuat dengan real ingredients sehingga warna gelato akan terlihat lebih soft.
  • Gelato juga memiliki kandungan udara yang lebih sedikit dibandingkan ice cream, ini menyebabkan rasa alami dari bahan baku masih terasa di dalam gelato.
  • Sementara pada ice cream yang kandungan udara dan lemaknya lebih tinggi, umumnya ditambahkan penguat rasa atau flavor enhancer, juga ditambahkan pewarna yang membuat tampilan ice cream lebih cerah.
  • Dari segi volume, gelato memang lebih berat karena kandungan udaranya yang lebih sedikit dibandingkan ice cream. Namun, ketika dirasakan di dalam mulut, taste ice cream justru lebih “berat”.
  • Dari segi food cost, gelato tentunya memakan biaya yang lebih banyak karena adanya penggunaan fresh ingredients.
  • Mesin churner yang dipakai dalam pembuatan ice cream dan gelato sama, namun yang membedakannya adalah pada blade dalam mesinnya. Blade untuk membuat ice cream lebih banyak jumlahnya untuk memasukan udara yang lebih banyak.

Bisnis Gelato di Indonesia

  • Gelato, beberapa tahun belakangan ini mulai dilirik oleh pangsa pasar Indonesia. Apa alasan tumbuhnya ketertarikan masyarakat terhadap gelato? Menurut Ronald, banyak masyarakat yang pernah pergi ke luar negeri dan mencicipi gelato. Orang-orang ini, yang telah berkunjung ke negara di Eropa, khususnya Italia, mulai membawa dan memperkenalkan gelato ke Indonesia.
  • Di Indonesia, gelato masih diproduksi dalam skala yang kecil dengan munculnya artisan gelato dan gelato bar, berbanding terbalik dengan ice cream yang sudah diproduksi masal oleh industri besar. Ronald mengatakan, bahwa memang hingga saat ini belum ada penggerak industri gelato secara masal. Ronald juga membandingkan perkembangan pangsa pasar gelato saat ini seperti pangsa pasar industri kopi 7 tahun yang lalu.

(Untuk mendengarkan cerita Ronald Prasanto dan tentang usaha yang ia lakukan saat ini, silahkan dengarkan podcast BARECA Sharing for Success di Spotify dan Apple Podcast)

Penulis: Alvina Wikarna

Foto: Dok. BARECA

Leave a Reply