Kopi dari Gunung Ijen, Punya nilai unik apa sih?

Di edisi Maret 2021 ini, BARECA kembali mengangkat tulisan mengenai biji kopi dari Gunung Ijen yang pernah diulas BARECA pada tahun lalu.

Menurut roaster di Northsider Coffee Roasters yang bernama Candra, kopi yang berasal dari Gunung Ijen, Bondowoso, Jawa Timur ini, merupakan salah satu kopi yang unik. Mengapa dinilai unik dan apa keunikannya?

Produktivitas Kopi Gunung Ijen

Kopi Gunung Ijen merupakan kopi single varietas dan varietasnya langka. “Ada 2 varietas Gunung Ijen yaitu Blue Mountain dan Orange Bourbon. Hanya sedikit petani yang menanam pohon kopi tersebut, sehingga pohonnya terbatas dan akibatnya hasil panen juga terbatas. Kopi Gunung Ijen yang dipanen sekitar bulan Mei dan Juni ini menjadi unik karena kelangkaannya,” Candra menuturkan.

Meski kopi Gunung Ijen memiliki hasil panen yang terbatas, namun harga yang diterakan termasuk bersaing dengan biji kopi single origin lainnya. Karena itulah kopi Gunung Ijen selalu diminati dan diburu oleh para penikmat kopi.

Menurut Candra, pemerintah perlu mengedukasi para petani kopi Gunung Ijen agar meningkatkan produktivitas kopi Gunung Ijen. Diharapkan juga pemerintah memberi bantuan seperti mesin roasting kepada para petani sehingga para petani dapat menguji kualitas hasil panen mereka.

Kopi Gunung Ijen Blue Mountain dan Orange Bourbon

Kopi Gunung Ijen Blue Mountain dan Orange Bourbon sama-sama ditanam pada ketinggian 1.600 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut. Kedua varietas ini sama-sama memiliki karakter aroma buah nanas yang lebih dominan.

Kopi Gunung Ijen Blue Mountain diproses dengan honey process dan di-roasting sampai tahap light. “Mengapa kopi Gunung Ijen di-roasting sampai tahap light? Karena karakter buah nanasnya akan lebih terangkat . Sama halnya dengan kopi Gunung Ijen Orange Bourbon yang kami roasting sampai tahap light juga,” Candra menjelaskan.

Kopi Gunung Ijen Blue Mountain juga memiliki notes seperti cocoa, brown sugar sweet, dan maple syrup dengan mid-high body dan acidity.

Sedangkan untuk Kopi Gunung Ijen Orange Bourbon diproses dengan natural process dan ukuran biji kopinya lebih kecil jika dibandingkan dengan biji kopi Gunung Ijen Blue Mountain. Selain menonjol dengan karakter aroma buah nanas, kopi Gunung Ijen Orange Bourbon juga memiliki notes lain seperti raisin, nutty, dan vanila dengan tingkat body dan acidity yang balance.

Penyeduhan dengan Manual Brew            

Seperti halnya single origin pada umumnya, sebaiknya teknik penyeduhan kopi Gunung Ijen Blue Mountain dan Orange Bourbon menggunakan metode manual brew. Agar menghasilkan kopi yang ingin di-highlight di karakter aroma nanasnya, disarankan menggunakan perbandingan 1:15, dan untuk kopi yang digunakan sebanyak 17 gram.

“Suhu air yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal yakni 93-94°Celsius dengan proses blooming time 30 detik dan extract time 3 menit,” demikian Candra menutup penjelasannya.

Sumber: BARECA Magazine

Fotografer: Hendri Wijaya

Leave a Reply