Kopi Sigarar utang, benarkah sebagai Pembayar hutang?

Sumatra merupakan salah satu daerah penghasil kopi yang unggul dan mendunia. Salah satu kopi arabikanya yang terkenal adalah kopi Sigarar Utang yang ditetapkan menurut Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 205/Kpts/SR.120/4/2005 tentang pelepasan varietas kopi Sigarar Utang sebagai varietas unggul.

Kopi Sigarar Utang berasal dari Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Nama Sigarar Utang sendiri berasal dari bahasa Batak yang berarti “si pembayar utang”. Menurut data dari berbagai sumber, hasil penjualan kopi Sigarar Utang sering digunakan oleh para petani untuk melunasi hutangnya.

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara mempromosikan kopi Sigarar Utang sebagai kopi andalan Sumatra. “Kopi Sigarar Utang kriteria produktivitasnya tinggi dan juga sudah diteliti bahwa kopi tersebut plasma nutfahnya berasal dari Sumatra Utara. Sehingga akhirnya pemerintah menetapkan melalui surat keputusan menteri bahwa kopi Sigarar Utang ini adalah khas Sumatra Utara,” Danial, Coffee Roaster Drums Speed Roastery, memaparkan.

Produktivitas tumbuhan kopi Sigarar Utang yang ditanam pada ketinggian 1.000-2.300 mdpl ini termasuk tinggi karena dengan luas lahan lebih dari satu hektare dalam sekali panen mampu menghasilkan 5 hingga 6 ton biji kopi arabika varietas Sigarar Utang.

Karakteristik Kopi Sigarar Utang

Kopi Sigarar Utang dikenal sebagai kopi yang berukuran sama seperti kopi arabika pada umumnya dengan bentuk agak memanjang dan pipih serta memiliki aroma kopi yang kuat. Dari segi warna, kopi Sigarar Utang berwarna kuning pucat keabuan.

Proses pengolahan kopi Sigarar Utang ialah dengan proses full washed dan di-roasting sampai tahap medium. “Pastikan membuat roasting plan terlebih dahulu sebelum melakukan proses roasting seperti menentukan durasi roasting, level roasting serta suhu yang akan digunakan setelah roasting dimulai. Lalu proses dilanjutkan pada tahap slow roast dan setelah first crack, roast development-nya selama 2 menit,” Danial menjelaskan. 

“Jika di-roasting dengan tepat akan dapat memberikan kematangan yang pas pada kopi Sigarar Utang serta menghasilkan karakter rasa hazelnut, sweet ripe dan juga low acidity,” Danial melanjutkan.

Harga jual kopi Sigarar Utang cenderung stabil karena belum banyak masyarakat yang mengenal dan menaruh minat pada kopi Sigarar Utang. “Untuk di Walking Drums yang notabene kebutuhan kopinya berasal dari Drums Speed Roastery, kopi Sigarar Utang dijual dengan harga Rp 300 ribu per kilogramnya,” Danial mengatakan.

Jika ingin menikmati segelas kopi Sigarar Utang paling nikmat jika diseduh menggunakan alat manual brew V60 maupun minuman kopi yang berbasis espresso jika menginginkan rasa kopi yang lebih pekat. Penyeduhan yang pas akan menciptakan rasa hazelnut, black plum dan sweet. Untuk aftertaste-nya didominasi oleh rasa hazelnut yang mampu memberikan kesan rasa yang menyenangkan.

Mengenal Drums Speed Roastery

Drums Speed Roastery didirikan 2 tahun setelah Walking Drums berdiri, tepatnya pada awal tahun 2019, didasari dengan alasan karena melihat meningkatnya antusias para pecinta kopi terhadap jenis kopi single origin. Jadi diharapkan dengan adanya Drums Speed Roastery maka Walking Drums dapat menyajikan kopi-kopi yang segar dan sesuai dengan karakter yang diinginkan oleh pengunjung Walking Drums.

Dalam waktu 1 minggu, Drums Speed Roastery melakukan proses roasting sebanyak 3 kali yakni pada hari Senin, Rabu, dan Kamis dengan menggunakan mesin VNT yang berkapasitas 3 kilogram biji kopi per batch. Tak ketinggalan, Drums Speed Roastery juga menerima order coffee roasting dari pihak luar termasuk untuk house blend dengan minimal pemesanan 5 kilogram.

Penulis: Linda Endyanto

Fotografer: Kanno Sardella

Leave a Reply