Kopitoko, berawal dari rasa suka pada kopi dan Bali

Bicara tentang kopi memang tidak ada habisnya. Khususnya beberapa tahun belakangan ini, bisnis “warung kopi” merajalela di berbagai daerah, seperti di Ibu Kota, Jakarta, hingga ke kota-kota besar lainnya, termasuk di Bali.

Diprakarsai oleh tiga orang pebisnis muda asal Jakarta yang menyukai Bali dan Kopi, lahirlah Kopitoko.  Berada di sekitar jalan Drupadi, Seminyak, Bali, Kopitoko berada di lokasi yang sangat strategis dengan konsep a la kedai kopi di Jepang.  

Hanya berjarak 300 meter menuju pantai, tidaklah heran bahwa Kopitoko ini seringkali menjadi tempat para turis untuk menikmati kekhasan kopi Indonesia. Dengan konsep mural di salah satu dinding mereka,  instagenic pun tak bisa dihindarkan dari tempat ini.

Ristretto, Espresso, dan Lungo

Menu kopi yang ditawarkan juga bervariasi. Di menu minuman kopi, di antaranya ada Ristretto, Espresso dan Lungo. Espresso yang adalah ekstrak dari biji kopi diproses dengan mesin tekanan tinggi. Sedangkan Lungo di-brew dengan jumlah volume air yang lebih banyak. Ketiganya mungkin terlihat sama, tetapi sebenarnya sangat berbeda. Khususnya Espresso, minuman ini adalah dasar dan fondasi dalam meracik banyak variasi menu minuman kopi lainnya.

Kopitoko merupakan tempat yang tepat untuk mencoba ketiga menu kopi di atas. Terlebih lagi dengan penyajian yang unik dengan tatakan kayu dan sajian kue ringan dari Kopitoko. Jangan sungkan untuk menanyakan beberapa hal mengenai kopi kepada barista di tempat ini. Dengan senang hati mereka akan menjelaskan. Saat ini, gerai Kopitoko pun sudah ada di tiga lokasi di Bali, yaitu di Sanur, Seminyak, dan Ubud.

Penulis & Foto: Eunike

Leave a Reply