Krakakoa, Cokelat dengan Biji Kakao Asal Tanam Indonesia

Biji kakao yang diambil Krakakoa berasal dari Sumatra termasuk Lampung, lalu Sulawesi, dan Bali. Menurut Sabrina, karakter rasa biji kakao Indonesia memiliki keunikan masing-masing contohnya biji kakao dari Lampung yang memiliki rasa yang agak spicy dengan fruity notes yang tinggi, kemudian biji kakao dari Sulawesi memiliki earthy notes dengan karakter rasa yang mendekati rasa black tea.

Saat ini Krakakoa memiliki 13 buah chocolate bar yang terdiri dari 3 jenis koleksi yaitu Arenga Classic, Flavour of The Archipelago, dan Single Origin.

Arenga Classic merupakan produk hasil kerja sama dengan Masarang Foundation, organisasi non-profit yang bergerak dalam konservasi orang utan dan pohon palem. Arenga Classic adalah chocolate bar yang menggunakan gula aren yang diambil dari pohon palem. Rasa cokelat ini berbeda dari chocolate bar umumnya yang memakai gula tebu,

Arenga Classic memiliki rasa yang tidak terlalu manis, mirip dengan paduan rasa karamel dengan sedikit rasa asam. Di dalam koleksi Arenga Classic terdapat produk 100% cocoa yang dibuat hanya dari cacao nibs. Tujuan penggunaan gula aren dari pohon palem Arenga sebagai salah satu cara alternatif untuk mengurangi penebangan liar.

Flavor of The Archipelago adalah koleksi pertama yang diciptakan Krakakoa. Chocolate bar Flavor of The Archipelago dikemas dengan desain batik Indonesia modern, namun masih berdasarkan unsur tradisional. Varian rasa chocolate bar ini pun menggunakan bahan baku yang ada di Indonesia seperti cabai, jahe, kayu manis, salt & pepper, dan kopi.

“Kami bangga sebagai orang Indonesia dan dengan koleksi ini kami ingin menunjukkan bahwa produk Krakakoa adalah produk asli Indonesia,” Sabrina menjawab alasan dihadirkannya kreasi Flavor of The Archipelago.

Produk yang tidak kalah menarik adalah koleksi Single Origin. Sama seperti namanya, biji kakao diambil dari satu daerah saja. Sabrina menjelaskan ketika memilih daerah untuk mendapatkan biji kakao ada tiga hal yang sangat diperhatikan.

Pertama adalah dampak dari pembelian biji kakao dari daerah tersebut. Kedua adalah komitmen dari komunitas petani di daerah tersebut untuk menjalankan partnership jangka panjang. Ketiga adalah flavor profile dari varietas biji kakao tersebut.

Sabrina percaya bahwa ketika membeli biji kakao dari daerah tersebut akan memberikan perubahan yang positif dan juga komunitas petani di sana juga akan fokus dalam menjaga kualitas khususnya untuk produk single origin.

Selain chocolate bar, Krakakoa juga memiliki produk cokelat lain seperti chocolate drink, chocolate bark, cacao nibs, dan chocolate treats. Produk-produk ini dapat ditemukan di high end supermarket dan duty free shop yang tersebar di Jawa dan Bali. Krakakoa juga mengekspor produknya ke Singapura, Jepang, dan beberapa negara di Eropa.

Chocolate Bark

Chocolate Bark adalah kombinasi antara cokelat dan remahan roti. Krakakoa memiliki 3 varian Chocolate Bark dengan menggunakan 3 jenis remahan roti yaitu Foccacia, Baguette, dan Seed & Grain. Tiga jenis remahan roti ini dicampur dengan 3 jenis cokelat yang berbeda untuk memberikan produk dengan rasa yang variatif.

Base cokelatnya dilelehkan lalu dicampur dengan remahan roti kemudian dicetak pada suhu 33⁰C, proses pencetakkan membutuhkan waktu selama 1 jam. Setelah itu, dimasukkan ke dalam chiller selama 15 menit agar dapat dikeluarkan dari cetakan.

Leave a Reply