Kupas Tuntas Croissant!

(18) Unik Banget, Kue Sus Ada Topinya, Resep dari Chef Juara Dunia! – YouTube

Trend Croissant

Sampai sekarang, Croissant menjadi salah satu menu yang mudah dijumpai yaa Sobat BARECA dengan berbagai variasinya. Namun, bagaimana ya tren croissant saat ini? Yuk kita lihat tren croissant masa kini!

  1. Bicolor Croissant

Adalah adonan croissant yang ditambahkan adonan “mati” yang diberi pewarna dan ditaruh di atas adonan croissant biasa untuk menciptakan efek warna.

  • Croissant dengan varian filling dan topping

Sangat digemari di pasar Asia, berbeda dengan di Eropa yang lebih menyukai croissant dengan rasa yang klasik.

Tekstur Honeycomb Pada Croissant

Kalau Sobat BARECA punya Croissant dan dibelah, pasti terlihat tekstur di dalam Croissant yang menyerupai honeycomb. Nah, sebenarnya apa saja ya faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya tekstur honeycomb itu?

Semakin banyak butter yang digunakan pada proses pembuatan Croissant, maka tekstur honeycomb yang berogga dapat semakin terbentuk.

Selain itu, tekstur honeycomb juga tergantung pada banyaknya lipatan yang dilakukan oleh si pembuat Croissant.

Good croissant is gentle and crispy on the outside, soft and moist in the inside. And very buttery” – Dieter Speer

Bahan Baku Pembuatan Croissant

  • Tepung Terigu Protein Tinggi
  • Air
  • Ragi
  • Garam
  • Gula
  • Fat (butter / butter sheet atau pastry margarine)

Proses Pembuatan Croissant

  1. Mix adonan tidak sampai kalis, namun tercampur (75% – 80% kalis).
  2. Rest adonan dan masukkan ke freezer / chiller selama minimal 1 jam atau sampai semalaman.
  3. Pipihkan lalu masukkan fat.
  4. Roll lalu lipat adonan (single fold atau double fold). Dengan ketebalan adonan 1 cm.
  5. Rest adonan selama 30 menit – 1 jam.
  6. Potong adonan dalam bentuk segitiga.
  7. Roll adonan hingga membentuk crescent.
  8. Proof, oles dengan eggwash dan panggang di suhu 200derajat celcius.

Catatan:

  • Ada pula cara pembuatan adonan dasar croissant yang diuleni samapi kalis.
  • Tingkat kekalisan adonan tergantung dari metode pembuatan dan si pembuat croissant.
  • Lama waktu rest tergantung dari kebutuhan si pembuat. Semakin lama waktu rest maka pembentukan rasa semakin kuat.

Model Lipatan Croissant

Pada proses pembuatan Croissant, ada 2 macam model lipatan yang Sobat BARECA bisa coba. Ada yang single fold dan double fold. Kira-kira apa ya perbedaannya?

  1. Single Fold

Ambil salah satu sisi adonan dan lipat ke tengah menutupi 1/3 bagian adonan. Lalu ambil sisi yang lainnya dan lipat keatas lipatan adonan membentuk 3 lapisan sama panjangnya.

  • Double Fold

Ambil salah satu sisi adonan dan lipat 1/3 bagian ke tengah lalu ambil sisi yang lain mempertemukan kedua ujung susu adonan. Lipat adonan ke bagian tengah membentuk 4 lapisan yang rata.

Leave a Reply