Kupas Tuntas Biji Kopi Brazil, Pantas Digemari Para Roaster!

Biji Kopi Brazil

Sebagian dari kita pasti telah tahu bahwa Brazil merupakan salah satu negara dengan penghasilan kopi tebesar di dunia. Pada faktanya, Brazil memang memasok hingga 70% dari kopi Dunia.

Pada pembahasan kali ini, BARECA Magazinekembali berkesempatan berbincang dengan Hideo Gunawan, founder dari Curious People Coffee Roastery. Hideo menuturkan bahwa Brazil sendiri memiliki hamparan lahan yang sangat luas sehingga banyak ditanami oleh buah kopi.

“Kopi di Brazil ini banyak ditanam di daerah bagian selatan, dimana daerah tersebut sudah cukup jauh dari garis tropis. Iklimnya menjadi subtropis dan cenderung kering dengan intensitas matahari yang rendah,” Hideo kembali menjelaskan.

Biji kopi Brazil sendiri tumbuh lahan dengan ketinggian 900-1300 mdpl, dengan iklim Brazil yang kering dan juga badai frost yang sering terjadi tentunya akan mempengaruhi dari pertumbuhan buah kopi. Pertumbuhan buah kopi yang cenderung tidak maksimal ini membuat biji kopi memiliki bentuk yang tidak seragam cenderung kecil dan tidak terlalu gemuk dengan tekstur yang soft.

Hasil Cita Rasa Konsisten

Tidak hanya dari mempengaruhi dari segi karakter fisik, pertumbuhan buah kopi di Brazil tentunya mempengaruhi karakter dari rasa biji kopinya. Hideo menjelaskan bahwa hasil panen kopi di Brazil dibagi menjadi 3 kelas, yaitu Defect Brazil Hard, SSFC (Stictly Soft Fine Cup), dan Specialty, tiap kelasnya ini tentunya memiliki perbedaan kualitas yang akan disebar di tiga kelas konsumen. Dalam penjelasannya Hideo menjelaskan:

  1. Defect Brazil Hard. Kopi yang banyak diekspor di berbagai negara bagian Timur Tengah dan perusahaan kopi instan. Kopi ini memiliki defect paling banyak dengan rasa khas ‘Rio Defect’ yang cenderung disukai oleh konsumen negara bagian Timur Tengah.
  2. SSCF. Kopi ini telah mengalami penyortiran lebih baik dengan kadar defect lebih rendah, namun cita rasanya belum maksimal. Kopi ini banyak dibeli oleh merger brand dan roaster komersial.
  3. Specialty. Pada kelas ini tentunya kopi telah mencapai quality control yang maksimal sehingga bisa mencapai kelas specialty.  

“Meskipin dikatakan sebagai specialty sebagian besarkopi Brazil memiliki rasa yang ‘nanggung’ dan tidak ada yang spesifik. Apa lagi pada penyeduhan manual brew, just taste like a coffee. Kopi Brazil adalah kopi yang tidak bisa banyak dipuji, namun tidak bisa dihina,” Hideo menuturkan.

Meskipun tidak memiliki rasa yang spesial, kopi Brazil memiliki kenggulan yaitu konsistensi rasa, suplai dan juga harga, hal ini tentunya juga akan memudahkan pembelinya. Hideo juga mengatakan bahwa kopi Brazil masih menjadi favorit untuk digunakan sebagai espresso base.

“Kopi Brazil punya tekstur yang bagus dengan karakter rasa body yang cukup tebal, tidak terlalu pahit ataupun asam. Dari seluruh varietasnya, kopi Brazil memiliki cita rasa yang mendekati coklat, kacang, dan karamel.” Hideo menjelaskan say cupping session.

Seperti pada varietas yang kali ini BARECA Magazine tampilkan ialah2 varietas kelas specialty yaitu Brazil Fasenda Dutra dan Brazil Fasenda Nossa Senhora yang memiliki taste notes nutty dan fruity yang mulai muncul dari segi rasa dan aroma. Sedangkan varietas Cerrado yang merupakan kopi regional yang telah dicampur ini berada pada kelas SSFC, memiliki taste notes nutty dengan aroma earthy yang cukup kuat.

“Sifat yang tidak terlalu spesifik namun konsisten ini yan menjadi alasan bahwa kopi Brazil sangat digemari untuk dijadikan base dalam pembuatan coffee blend. Para roaster atau pemilik coffee shop lebih mudah untuk memodifikasi rasa, tergantung seperti apa yang akan ditampilkan,” penjelasan Hideo menutup sesi wawancara.

Penulis: Ajeng Ziana Walidah

Fotografer: Hendri Wijaya

Leave a Reply