Memperkenalkan Jamu kepada Generasi Muda Milenial di Suwe Ora Jamu

Nova sedari kecil sudah akrab dengan tradisi meminum jamu di keluarganya karena ibu dan neneknya adalah peminum jamu secara rutin. Pindah dari kota kelahirannya, Surabaya, ke Jakarta, Nova mengaku kesulitan mencari  kedai yang menjual jamu, dan dia pun melihat jarangnya penjual jamu gendong saat itu. Kalaupun ada, tidak lagi menggunakan botol kaca, tetapi botol plastik. Akhirnya, dengan dukungan penuh dari suami, Uwi Mathovani, dan sang adik Astrid Setiabudi, lahirlah Suwe Ora Jamu dengan menempati gerai pertama di Petogogan, Jakarta Selatan.

“Di Suwe Ora Jamu, kami ingin memperkenalkan kembali jamu dan cerita di baliknya, tidak hanya kepada mereka yang sudah dewasa, tetapi juga kepada generasi muda milenial, di mana jamu yang ada di Suwe Ora Jamu dikemas dengan modern dan diracik dengan konsep mocktail, tanpa melupakan khasiat bahan-bahannya,” Nova menyampaikan.       

BARECA sempat menyisip beberapa jenis jamu di sana, salah satunya Cinnamon Citrus yang menggabungkan kayu manis, kulit jeruk nipis, kulit jeruk Mandarin, kulit lemon, daun jeruk, air, dan gula. Takaran gula digunakan sebanyak 20%— yang juga berlaku untuk semua racikan jamu di sini. Cinnamon Citrus memiliki warna menarik, merah kecoklatan yang dihasilkan dari kayu manis, cita rasanya segar, namun hangat.

Menutup percakapan kami, Nova menyampaikan harapannya, yaitu agar jamu tetap lestari dan terjaga keberadaannya, semakin dicintai tidak hanya oleh mereka yang sudah berumur, tetapi juga oleh para generasi milenial Indonesia, juga bisa ‘mendunia’ ke mancanegara.

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Fotografer: Hendri Wijaya

Leave a Reply