Mengenal Keunikan Rasa Kopi Kerinci

Kabupaten Kerinci berada di sekitar Gunung Kerinci, yaitu salah satu kabupaten di ujung barat Provinsi Jambi, yang menghasilkan biji kopi dengan cita rasanya yang unik. Kopi yang dihasilkan yaitu jenis kopi arabika dan robusta.

Kopi Kerinci arabika tumbuh di ketinggian 900 mdpl (meter dari permukaan laut) hingga 1.600 mdpl, sedangkan kopi Kerinci robusta tumbuh di ketinggian 600 mdpl hingga 1.600 mdpl. Kopi Kerinci arabika rata-rata berukuran kecil hingga sedang, lain halnya dengan kopi Kerinci robusta yang memiliki ukuran bervariasi dari kecil hingga besar. 

Dari sisi aroma, kopi Kerinci memiliki cita rasa yang unik dan khas. “Aroma yang dimiliki kopi Kerinci sangat wangi dan rasanya seperti tamarind, sedikit terasa seperti brown sugar dan spicy,” Mimi, Green Bean Buyer Anomali, menyebutkan.

Umumnya kopi Sumatra, tak terkecuali kopi Kerinci, akan semakin maksimal rasanya jika dinikmati dengan cara yang tradisional seperti kopi tubruk. Dapat juga dinikmati dengan menggunakan alat yaitu plunger atau yang biasa disebut French press.

Bubuk kopi dan air cukup diseduh dengan air panas dan didiamkan selama 4 menit, baru kemudian di-press. “Dengan cara ini, karakter kopi akan terasa sekali brown sugar-nya dan tingkat keasamannya sedikit turun,” Mimi berujar.

Proses Pengolahan dan Perlakuan Roasting

Proses pengolahan kopi Kerinci dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya yaitu semi washed, fully washed, honey process maupun natural. “Di Anomali sejak awal Maret menyediakan biji kopi Kerinci arabika yang proses pengolahannya dengan cara fully washed dan honey process,” Mimi mengatakan.

Proses pengolahan biji kopi akan memengaruhi warna dari biji kopi Kerinci. Jika menggunakan proses washed maka warna biji kopi akan kebiru-biruan. Warna biji kopi akan terlihat hijau kekuning-kuningan jika melalui proses honey process atau natural.

Karena memiliki cita rasa dan karakter yang unik, perlakuan roasting biji kopi Kerinci harus diperhatikan tanpa mengurangi atau menambahkan rasa yang sudah ada pada biji kopi Kerinci. Sebaiknya biji kopi Kerinci di-roasting pada tahap light to medium dengan waktu roasting sekitar 8-10 menit. “Dengan perlakuan roasting yang tepat akan semakin mengeluarkan rasa tamarind dan brown sugar dari biji kopi tersebut, dan after taste-nya akan terasa seperti karamel,” Mimi memaparkan.

Pasokan Biji Kopi Kerinci

Diakui Mimi, kopi Kerinci kini mulai dilirik oleh para penikmat kopi. Namun sayang, pasokan biji kopi Kerinci hingga kini belum stabil. Ketidakstabilan dipengaruhi karena petani biji kopi Kerinci belum menjadikan bertani kopi sebagai mata pencaharian utamanya.

“Penanaman yang tidak serentak dan banyak sangat memengaruhi hasil panennya menjadi tidak stabil dan merata. Karena itu diperlukan konsistensi para petani dalam menanam biji kopi Kerinci,” Mimi mengatakan.

“Para petani juga perlu diberi pengetahuan mengenai peremajaan biji kopi Kerinci guna meningkatkan kualitas dan kuantitas saat panen. Karena itu peran pemerintah dirasa sangat penting dalam membimbing para petani dengan memberikan pelatihan yang intensif mengenai masa panen dan paska panen, membantu dalam penyediaan bibit, pupuk dan alat untuk mengolah biji kopi,” Mimi menutup pembicaraan.

Penulis: Linda Endyanto

Fotografer: Hendri Wijaya dan dok. BARECA

Leave a Reply