Mengenal Rasa dan Aroma Khas Kopi Sumatra Lintong

Sekitar tahun 1888, untuk pertama kalinya bibit kopi Sumatra Lintong dibawa oleh tentara kolonial Belanda. Saat itu bibit kopi ditanam di daerah-daerah sekitar pegunungan Bukit Barisan yang berdekatan dengan Danau Toba. Udara yang sejuk dan tanah yang subur dinilai sangat ideal bagi pertumbuhan pohon kopi.

Bibit kopi Sumatra Lintong akan tumbuh dengan baik pada ketinggian di atas 1.000 meter dari permukaan laut. Daerah penanaman kopi Lintong umumnya berada di sekitar Kecamatan Lintong, Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan. Dari sanalah istilah kopi Lintong mulai dikenal dan hingga kini masih menjadi primadona bagi para penikmat kopi karena rasanya yang kuat dan aromanya yang khas.

Pemaparan sejarah kopi Sumatra Lintong disampaikan oleh Veronica Setiadi, Roaster Nagadi Coffee. “Kopi Sumatra Lintong merupakan salah satu brand kopi arabica yang terkenal di dunia, yang ditanam di Pulau Sumatra selain kopi Mandailing dan Gayo,” Wanita yang akrab disapa Vero ini menuturkan.

Karakteristik Biji Kopi Sumatra Lintong

Biji kopi Sumatra Lintong dengan ukurannya 6,5 mm, memiliki rasa cokelat dan kacang yang kental, namun tetap lembut. Aroma spicy, herbal, dan rempah-rempah menjadikan kopi Sumatra Lintong sangat khas dan digemari di pasar internasional.

Soal kualitas kopi Sumatra Lintong tidak dapat diragukan lagi karena ditanam di tanah yang subur akibat letusan Gunung Toba sekitar 73.000 tahun yang lalu. “Dalam 1 tahun biji kopi Sumatra Lintong bisa panen sebanyak 2 kali. Tapi dalam setahun bisa juga hanya panen 1 kali kalau cuacanya tidak menentu. Kendala saat panen umumnya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi yaitu di atas 2.500 mm,” Vero mengungkapkan.

Penulis: Linda Endyanto

Fotografer : Kanno Sardella

Leave a Reply