Mengulik Sejarah Jamu Bersama Nova Dewi

Mengulik Sejarah Jamu dengan Nova Dewi

Cerita Jamu: Warisan Kesehatan dan Kecantikan Indonesia adalah judul dari sebuah buku yang ditulis oleh salah satu pendiri dan pemilik Suwe Ora Jamu, Nova Dewi. Buku ini sarat pengetahuan mengenai sejarah jamu dan perkembangannya, khasiat hingga filosofinya.

Mari mengulik sejarah jamu dengan Nova Dewi, di mana beberapa kesimpulan singkat telah BARECA tampilkan di BARECA Edisi Mei 2020. Namun, BARECA tampilkan kembali di edisi BARECA Digital Februari 2021, mengingat menariknya ulasan sejarah jamu ini.  Berikut uraiannya tersebut:

Apa itu Jamu? Jamu adalah herbal tradisional Indonesia. Jamu biasanya diracik secara manual lalu dihidangkan secara segar sebagai minuman. Akan tetapi, jamu juga dapat berbentuk bubuk, godokan, pil, salep, ratus, dan berbagai bentuk lainnya, sesuai fungsinya. (Nova Dewi – Cerita Jamu: Warisan Kesehatan dan Kecantikan Indonesia)      

Catatan Sejarah Jamu

Mengutip dari buku karyanya, Cerita Jamu: Warisan Kesehatan dan Kecantikan Indonesia (kami singkat selanjutnya sebagai buku Cerita Jamu-Red), bahwa tidak ada catatan yang pasti kapan dimulainya tradisi jamu. Ada yang meyakini bahwa ramuan herbal telah ada sejak jaman pra-sejarah, zaman neolitikum. Pada masa itu, manusia purba telah mengolah tanaman untuk kehidupan sehari-harinya, termasuk juga untuk pengobatan.

“Peninggalan zaman neolitikum dapat dilihat di Museum Nasional Jakarta. Salah satu bukti tertua tentang jamu bisa dilihat di Candi Borobudur; di candi ini tercatat adanya penggunaan jamu, di mana pada salah satu relief batunya terpahat daun kalpataru sedang ditumbuk untuk dijadikan campuran jamu kesehatan juga kecantikan perempuan,” Nova menjelaskan.

‘Jamu’ berasal dari kata ‘jampi’, kosa kata yang ada dalam bahasa Jawa, yang artinya doa, dan ‘usodo’ yang artinya kesehatan. Tradisi jamu juga telah berlangsung lama di kerajaan-kerajaan di Jawa yang dalam perkembangannya mendapat pengaruh kebudayaan asing, seperti Arab, India, dan Tiongkok. (Nova Dewi – Cerita Jamu: Warisan Kesehatan dan Kecantikan Indonesia)    

Bermula di Istana hingga Menjadi Minuman Masyarakat Luas

Nova memaparkan dalam Cerita Jamu, bahwa awalnya, jamu merupakan minuman ‘kebesaran’ yang dibuat dan dikonsumsi di dalam istana di tanah Jawa; bermula dari Brawijaya III, diteruskan secara turun termurun hingga Brawijaya IV dan Brawijaya V, hingga ke akhir masa Kerajaan Majapahit, diteruskan ke Raden Patah sebagai pendiri kerajaan Demak.

“Penerus trah Brawijaya V, mulai mempromosikan jamu sebagai ilmu sekaligus tatanan sakral kehidupan kraton. ‘Promosi’ ini membawa jamu tidak hanya dikenal sebagai minuman kebesaran Raja saja, namun juga merambah masyarakat luas,” Nova menyampaikan.

Kemudian, yang turut menjadikan jamu sebagai minuman masyarakat luas adalah para penjual jamu gendong, dengan basis wilayah kerja yang mencakup di seluruh Pulau Jawa, Bali, sebagian Sumatra dan mitra kerajaan lain di luar Jawa, membuat sebuah keseragaman konsep dan titi tata laksana jamu di Indonesia.

“Pada akhirnya, stigma jamu tidak lagi dijadikan sebagai minuman kebesaran a la Keraton, namun menjadi sebuah minuman kebersamaan dalam lokalitas budaya Jawa,” Nova memaparkan dengan semangat.

Lebih jauh dikupas dalam buku Cerita Jamu, bahwa para pedagang jamu gendong selalu membawa jamu dalam jumlah delapan jenis, yang menjadi representasi konsep delapan arah mata angin sekaligus salah satu lambang surya, Majapahit ri Wilwatikta.

Delapan jenis jamu tersebut adalah Kunir Asam, Beras Kencur, Cabe Puyang, Pahitan, Kunci Suruh, Kudu Laos, Uyup-Uyup/Gepyokan, dan Sinom. Ini sesuai dengan urutan ideal dalam meminum jamu; yang dimulai dari manis, lalu asam, kemudian sedikit pedas – hangat, pedas, lalu pahit dan tawar hingga manis kembali. “Urutan-urutan ini memiliki nilai filosofis apabila dikaitkan dalam hidup,” Nova mengatakan.

Tanaman Obat untuk Meracik Jamu & Khasiat Jamu

Menurut Nova, bahan-bahan tanaman obat yang digunakan dalam membuat jamu sangatlah beragam. Bagian tanaman obat yang dapat dimanfaatkan antara lain, mulai dari akar, rimpang, batang (termasuk kulit batang), daun, bunga, buah, kulit buah, hingga biji buah.

Dalam bukunya, Nova juga memaparkan khasiat jamu, dimana untuk kesehatan dan kecantikan. Namun, Nova menyampaikan, bahwa ia meyakini minum jamu harus ditunjang dengan gaya hidup sehat.

“Jamu dapat membantu organ-organ tubuh agar bekerja dengan baik. Tapi, semuanya hanya bisa ditunjang dengan pola makan yang baik, tidur teratur, dan berolahraga rutin,” demikian Nova menutup penjelasannya.

Leave a Reply