Mengungkap Varietas Langka Kopi Gunung Ijen

Di edisi April 2020, BARECA membahas mengenai biji kopi dari Gunung Ijen. Menurut Candra, roaster di Northsider Coffee Roasters, kopi yang berasal dari Gunung Ijen, Bondowoso, Jawa Timur ini merupakan salah satu kopi yang unik. Mengapa dinilai unik dan apa keunikannya?

Produktivitas Kopi Gunung Ijen

Kopi Gunung Ijen merupakan kopi single varietas dan varietasnya langka. “Ada 2 varietas Gunung Ijen yaitu Blue Mountain dan Orange Bourbon. Hanya sedikit petani yang menanam pohon kopi tersebut sehingga pohonnya terbatas dan mengakibatkan hasil panen juga terbatas. Kopi Gunung Ijen yang dipanen sekitar bulan Mei dan Juni ini menjadi unik karena kelangkaannya,” Candra menuturkan.

Meski kopi Gunung Ijen memiliki hasil panen yang terbatas, namun harga yang dimiliki cukup bersaing dengan biji kopi single origin lainnya. Karena itulah kopi Gunung Ijen selalu diminati dan diburu oleh para penikmat kopi.

Menurut Candra, pemerintah perlu mengedukasi para petani kopi Gunung Ijen supaya meningkatkan produktivitas kopi Gunung Ijen. Diharapkan juga pemerintah memberi bantuan seperti mesin roasting kepada para petani sehingga para petani dapat menguji kualitas panen mereka.

Kopi Gunung Ijen Blue Mountain dan Orange Bourbon

Kopi Gunung Ijen Blue Mountain dan Orange Bourbon sama-sama ditanam pada ketinggian 1.600 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut. Kedua varietas ini sama-sama memiliki karakter aroma buah nanas yang lebih dominan.

Kopi Gunung Ijen Blue Mountain diproses dengan honey process dan di-roasting sampai tahap light. “Mengapa kopi Gunung Ijen di-roasting sampai tahap light? Karena karakter buah nanasnya akan lebih ter-highlight. Sama halnya dengan kopi Gunung Ijen Orange Bourbon yang kami roasting sampai tahap light juga,” Candra menjelaskan.

Kopi Gunung Ijen Blue Mountain juga memiliki notes seperti cocoa, brown sugar sweet, dan maple syrup dengan mid-high body dan acidity.

Kopi Gunung Ijen Orange Bourbon diproses dengan natural process dan ukuran biji kopinya lebih kecil jika dibandingkan dengan biji kopi Gunung Ijen Blue Mountain. Selain menonjol dengan karakter aroma buah nanas, kopi Gunung Ijen Orange Bourbon juga memiliki notes lain seperti raisin, nutty, dan vanila dengan tingkat body dan acidity yang balance.

Penyeduhan dengan Manual Brew            

Seperti halnya single origin pada umumnya, kopi Gunung Ijen Blue Mountain dan Orange Bourbon sebaiknya teknik penyeduhannya diaplikasikan dengan menggunakan metode manual brew. Agar menghasilkan kopi yang ingin di-highlight di karakter aroma nanasnya, sebaiknya menggunakan perbandingan 1:15 di mana kopi yang digunakan sebanyak 17 gram.

“Suhu air yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal yakni 93-94°Celsius dengan proses blooming time 30 detik dan extract time 3 menit,” demikian Candra menutup penjelasannya.

Penulis: Linda Endyanto

Fotografer: Hendri Wijaya

Leave a Reply