Pairing Wine Terbaik Menurut Wine Cellar

Di setiap sajian makanan tentu akan ada minuman pendampingnya. Manda menjelaskan bahwa ada beberapa jenis makanan yang cocok dipadukan dengan wine. White wine yang dry dapat dipadukan dengan appetizer sejenis salad, fried food, seafood, dan poultry. Alasannya karena kandungan acidity di dalam white wine dapat mengurangi lemak dari gorengan dan rasa amis dari seafood

Sementara white wine yang sweet cocok dipadukan dengan tipe makanan yang pedas dan dessert yang menggunakan buah-buahan dan caramel. Sweetness dari wine ini dapat mengurangi rasa pedas dan menjadi rasa yang seimbang untuk pairing dengan dessert yang memiliki rasa yang manis.

Manda melanjutkan, rosé wine lebih mengarah ke light to medium body dengan low tannin sehingga dapat dipadukan dengan sajian daging, contohnya tapas, pork, atau duck. Untuk red wine, red meat memang cocok untuk dikonsumsi dengan red wine karena  tannin di dalam red wine dapat mengimbangi fat yang ada di dalam red meat, dan tannin menjadi lebih soft sehingga menciptakan rasa yang balance. Beberapa contoh red wine tersebut adalah medium to full bodied wine seperti Syrah, Cabernet Sauvignon, Merlot, Malbec, dan Grenache.

 Penyajian dan Pemilihan Wine

Kualitas wine dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu terroir atau kondisi alam (seperti soil, latitude, altitude, sunlight, dan climate), viticulture, dan winemaking process. Maka dibutuhkan cara penyajian benar dan pemilihan wine yang tepat agar dapat menikmati rasa wine dengan sepenuhnya. 

Menurut Manda bahwa 1 botol wine (750 ml) dapat disajikan untuk 6-8 gelas wine. Gelas yang tepat digunakan untuk minum wine adalah gelas yang terbuat dari crystal dan tipis. Bentuk gelas wine juga bervariasi, tergantung dari tipe wine yang akan disajikan, contohnya gelas flute untuk sparkling wine.

Dalam memilih wine yang akan diminum, Manda menyarankan untuk memilih wine yang disukai sesuai selera. Setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda, tidak selalu wine mahal pasti lebih enak. 

“Saya pribadi menyukai dry dan complex red wine dengan style-nya yang delicate, light to medium body seperti Pinot Noir dari Burgundy, hingga full bodied dan bold tannin seperti Cabernet Merlot dari Bordeaux,” Manda menjelaskan tipe wine yang ia suka.

Bagi mereka yang menyukai sweet wine, Manda menyarankan memilih Moscato d’Asti dari Italia, Riesling Spatlese dan Auslese dari Jerman, Sauten dari Prancis, Icewine dari Kanada, dan Port wine dari Portugal. Sementara mereka yang menyukai dry wine dengan medium to high tannin, Manda menyarankan memilih wine dari Bordeaux (Prancis), Italia, dan USA. 

Jika ingin menciptakan minuman cocktail dengan campuran wine, Manda mengatakan bahwa semua wine bisa dipakai, namun yang umumnya digunakan adalah wine dengan harga yang paling murah untuk menekan cost. Ketika wine sudah dibeli, sebaiknya storing pada suhu 16-18°C dengan temperatur yang selalu konsisten selama 24 jam dan penyimpanan bisa di dalam ruangan AC atau di dalam wine chiller.

Penulis: Alvina Wikarna

Foto: Dok. Wine Cellar

Leave a Reply