Produktivitas dan Pasokan Kopi Toraja Benteng Alla

Kopi Toraja Benteng Alla yang diproses dengan proses semi washed dan dry hull ini kini tidak sulit didapatkan karena pasokannya terbilang cukup stabil. Soal kualitas juga baik karena seringkali Michael berinteraksi dengan para petani kopi Toraja Benteng Alla guna meningkatkan dan menjaga kualitas biji kopi ini.

Para petani juga mendapat pengetahuan dalam menanam kopi Toraja Benteng Alla dimana teknik menanam yang digunakan mengarah pada ramah lingkungan dan juga berintegrasi dengan ternak.

Mereka juga memperhatikan kondisi pohon kopi yang memerlukan penanaman pohon pelindung, melakukan seleksi yang ketat saat pemilihan benih kopi, melakukan perawatan, pemangkasan serta pemetikan dengan baik dan juga menaruh perhatian pada proses pasca panen.

Dalam setahun kopi Toraja Benteng Alla diproduksi kurang lebih 300 hingga 500 ton, baik specialty grade maupun non specialty grade. Kopi Toraja Benteng Alla yang unik tak hanya dikenal di dalam negeri saja, kopi ini bahkan sudah diekspor ke beberapa negara seperti Australia sekitar 18 ton untuk specialty grade, ke Jepang sebanyak 5 ton untuk specialty grade dan diekspor ke Amerika sekitar 70 ton untuk komersil grade.

Menyeruput Kenikmatan Kopi Toraja Benteng Alla

Di Afaba Coffee Roastery, green beans Toraja Benteng Alla di-roasting di tahap light to medium level karena menurut Michael akan menghasilkan rasa yang sangat kompleks dengan acidity yang masih dapat diterima oleh peminum kopi. Roasted beans Toraja Benteng Alla lebih baik dikonsumsi dalam jangka waktu 2 minggu. Jika tetap disimpan di dalam packaging one way valve maka roasted beans tersebut mampu bertahan hingga 1 bulan jika tidak terekspos sinar matahari dan oksigen.

Sebagai seorang Q Grader, Michael selalu mencicipi setiap biji kopi dengan cara tubruk sesuai protokol dari SCA (Specialty Coffee Association) untuk quality control. Komposisi yang tepat untuk Toraja Benteng Alla yaitu 8,25 gram kopi dengan 150ml air, suhu air 92°-93° Celsius dan dengan gilingan sedang.

Setelah kopi bersentuhan dengan air, didiamkan terlebih dahulu (steeping) selama 4 menit supaya kopinya bisa terekstraksi dengan baik. “Setelah itu baru dorong bagian crust kopi dan ampas akan segera turun ke dasar gelas. Kopi dapat dinikmati saat itu juga,” Michael menuturkan.

Michael melanjutkan bahwa dalam menikmati kopi Toraja Benteng Alla tidak perlu proses yang rumit. Ia menyarankan aplikasi penyeduhannya cukup dengan metode tubruk. “Proses penyeduhan yang rumit dapat menimbulkan kemungkinan human error dan berdampak pada kualitas kopi tersebut. Karena itu, cukup lakukan dengan metode tubruk dengan tetap menggunakan protokol SCA,” Michael menjelaskan.

Tentang Afaba Coffee Roastery

Afaba Coffee Roastery berdiri di tahun 2014, didirikan oleh Michael yang juga merupakan National Jury untuk Cup of Excellence 2016 Sumatra Prestige Cup. Nama Afaba sendiri diambil dari sebuah singkatan penilaian penting dari sebuah cangkir kopi, yaitu Aroma, Flavour, Aftertaste, Body, Acidity.   

Hingga kini Afaba Coffee Roastery rutin melakukan proses roasting pada berbagai jenis kopi yang ada di Nusantara mulai dari Sabang hingga Merauke. Seleksi kopi dilakukan dengan proses kurasi yang cukup ketat guna menjaga kualitas bentuk dan rasa kopi.

Penulis: Linda Endyanto

Leave a Reply