Ragam Aftertaste dari Kopi Gayo Kampung Kenawat

Kopi Gayo Kampung Kenawat merupakan salah satu kopi arabika asal Aceh, tepatnya dari Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Di Kampung Kenawat luas perkebunan kopi mencapai 1.500 hektar dengan jumlah populasi sekitar 2.371 jiwa.

Mengenal Kampung Kenawat

Kopi Gayo Kampung Kenawat yang berada di Kampung Kenawat merupakan bekas daerah konflik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sehingga pada saat itu banyak penduduk yang pergi meninggalkan lahannya.

Namun seiring berjalannya waktu, banyak penduduk yang kembali untuk memulai kehidupannya dengan bercocok tanam. Mereka, khususnya para pemuda setempat yang ingin melepas belenggu stigma pasca konflik.

Menurut Adit, Manajer Operasional Cascara Coffee Roasters, kopi Gayo Kampung Kenawat diolah dan dikembangkan oleh keluarga Fahman Yoga. “Keluarga Fahman Yoga berusaha mengenalkan kopi Gayo Kampung Kenawat kepada masyarakat Kampung Kenawat serta mengajak masyarakat untuk menjadi petani kopi ini. Lewat pendekatan yang dilakukan yaitu olahraga sepakbola, keluarga ini dapat menarik minat masyarakat untuk beralih menjadi petani kopi,” Adit menceritakan.

Kini, 90% sumber penghasilan masyarakat Kampung Kenawat berasal dari industri kopi. Hasil panen kopi Gayo Kampung Kenawat dijual melalui tengkulak pasar konvensional yang harganya berfluktuasi mengikuti harga pasar dunia.

Karakteristik Kopi Gayo Kampung Kenawat

Kopi Gayo Kampung Kenawat ditanam pada ketinggian 1.200-1.400 meter di atas permukaan laut. Masa panennya sekitar bulan Januari sampai Agustus dengan hasil panen sekitar 1.500 ton biji kopi.

Kopi Gayo Kampung Kenawat diolah dan diproses dengan teknik giling basah dan diperlukan waktu penjemuran sekitar 3-7 hari tergantung pada kondisi cuaca.

Karakteristik dari kopi Gayo Kampung Kenawat yaitu memiliki aroma yang kuat dan body yang lebih tebaldengan tingkat kemanisan yang intens atau tidak terlalu pahit. Kopi ini juga dapat dikatakan unik karena aftertaste-nya memberikan rasa bebuahan, cokelat, dan cengkih.

Kopi Gayo Kampung Kenawat sangat tepat jika diseduh sebagai kopi tubruk, manual brewing maupun espresso. “Jika disajikan sebagai espresso, kami menggunakan biji kopi yang di-roasting dengan tahap medium to dark, aftertaste-nya nanti lebih mengarah ke rasa cokelat,” Adit mengatakan.

Cascara Coffee Roasters

Cascara Coffee Roasters yang berlokasi di Gading Serpong dan dibuka pada Juni 2016. Andre, Pemilik Cascara Coffee Roasters, bercerita bahwa ketertarikannya pada kopi membawanya pada keputusan untuk juga membuka Cascara Coffee Roastery, yang awalnya hanya coffee shop. Lebih dalam, Andre pun mempelajari dasar-dasar roasting dan membeli mesin kapasitas 1 kilogram.

Cascara Coffee Roastery cukup banyak menggunakan kopi Gayo Kampung Kenawat dalam beberapa menunya, salah satunya adalah Cascara Mocktail. Lychitini, Gold Rush, Cosmopolitan, dan Daiquiri merupakan Cascara Mocktail yang menggunakan kopi Gayo Kampung Kenawat.

“Kopi Gayo Kampung Kenawat yang produktivitasnya cukup tinggi ini ditanam di sebuah daerah yang sangat luas dengan populasi kopi yang beragam spesiesnya. Kualitas dan kuantitas dari kopi yang diproses oleh keluarga Fahman Yoga dan Adena Coffee ini bisa dikatakan stabil,” Andre mengatakan.

Penulis: Linda Endyanto

Fotografer: Hendri Wijaya

Leave a Reply