Roti Gempol, Bakery yang konsisten sejak tahun 1991

Gerai Roti Gempol didirikan pada tahun 1991 oleh Lydia Usman. Lydia Usman menggunakan resep roti yang dahulu dibuat oleh Ibunda dari Lydia Usman pada tahun 1943, di Salatiga, Jawa Tengah.

Di tahun tersebut, Ibunda dari Lydia Usman kerap membuat dan menjual roti untuk membantu keuangan keluarganya. Saat itu, Ibunda dari Lydia Usman juga membuka gerai toko roti bernama Lipoor. Kemampuan membuat roti pun akhirnya menurun kepada Lydia Usman.

Seiring dengan kepindahan keluarga Lydia Usman ke Bandung, pada tahun 1968, toko Lipoor di Salatiga pun ditutup. Di tahun 1991 lah, Lydia Usman memutuskan membuka gerai di Jl. Gempol Wetan no.14 Bandung untuk berjualan roti, yang akhirnya dikenal dengan sebutan Roti Gempol hingga saat ini.

Interior bakery ini sederhana dan dihiasi oleh berbagai ragam ukiran yang berasal dari Papua. Sejak pukul 7 pagi hingga pukul 9 malam, senantiasa tercium harum aroma berbagai jenis roti tawar, roti manis, dan roti bakar yang sedang dipanggang. Untuk variasi rasa roti manisnya ada rasa cokelat, keju, susu, kismis, pisang, pisang cokelat, pisang keju, dan kopi. Pilihan roti bakarnya juga terbilang beragam.

Aneka Roti Tawar

Roti Gempol hadir dengan 5 pilihan jenis roti tawar yang tersedia yaitu: roti tawar biasa, roti tawar super, roti tawar premium, roti tawar gandum, dan roti tawar gandum havermut. Roti tawar biasa menggunakan air dalam membuat adonannya, sedangkan roti tawar spesial menggunakan susu murni, dan roti tawar super menggunakan susu UHT. Pengaruh pemilihan penggunaan air atau susu tersebut berdampak pada tingkat kemanisan dan kelembutan tekstur pada roti tawar.

Untuk roti tawarnya, digunakan tepung terigu protein tinggi, sedangkan untuk roti manis, Roti Gempol menggunakan campuran tepung terigu protein tinggi dan sedang. Aneka roti tawar dari Roti Gempol dibuat dengan metode straight dough dalam bentuk Pullman style dan open top.

“Pemilihan metode straight dough karena lebih ekonomis dan prosesnya lebih cepat juga. Untuk resep, tidak ada resep baru yang kami gunakan. Kami tetap menggunakan resep keluarga yang telah dikembangkan secara turun temurun, dari generasi ke generasi.  Perbaikan resep hanya berfokus untuk pengembangan dan memperbaiki tingkat kepadatan roti,” Putra, anak dari Lydia Usman yang mulai mengelola Roti Gempol sejak tahun 2013, menuturkan.

Proses Pembuatan

Setiap harinya, Roti Gempol  dapat memproduksi sekitar 300-500 pcs roti tawar. Jumlah tersebut mencakup pesanan langsung dari konsumen maupun untuk dijual di gerai.

Proses pembuatan roti tawar di Roti Gempol dimulai dari menimbang bahan baku, mengaduk semua bahan dengan turut menambahkan air atau susu cair. Setelah tercampur dengan merata, baru adonan dimasukkan ke dalam loyang yang telah diolesi untuk kemudian difermentasi hingga adonan mengembang selama 30 menit.

Menurut Putra, proses pengembangan roti (proofing) di Roti Gempol dilakukan tanpa proofer, mengingat suhu ruang produksi yang sudah hangat, sehingga adonan lebih mudah mengembang. Sedangkan khusus pada cuaca tertentu seperti saat musim hujan, adonan tidak lagi ditutup dengan kain basah, karena suhu yang sudah cukup lembab.

“Di musim yang lebih panas, adonan akan disemprotkan sedikit air, kemudian didiamkan kurang lebih 20-30 menit baru kemudian dipanggang di dalam oven pada suhu sekitar 175°Celsius selama 40-45 menit,” Putra menuturkan sembari menutup percakapan.

Penulis & Foto: Maria Benita A.

Leave a Reply