Sandshack, Terinspirasi dari Japanese Sandwich

Japanese sandwich menjadi inspirasi produk untuk usaha makanan yang dibangun Chef Cynthia bersama 4 rekan lainnya. Mengusung brand Sandshack, usaha makanan ini didirikan sejak awal 2018, namun saat itu hanya berfokus pada penjualan secara daring. Memutuskan untuk membuka gerai di tengah pusat Ibu Kota di awal 2019, justru membawa tantangan baru.

“Masih banyak yang menganggap bahwa sandwich hanya cocok sebagai menu snack saja. Kami ingin mengedukasi pasar bahwa sandwich juga bisa menjadi sajian alternatif untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Aneka sandwiches yang kami jual di Sandshack terbilang mengenyangkan dengan porsi yang cukup, dan tentunya sudah mencakup karbohidrat, protein, dan sayuran,” Chef Cynthia yang juga bertanggung jawab sebagai chef di Sandshack, menuturkan.

Aneka Menu Sandwiches

Tiba di counter Sandshack yang terletak di food court gedung Thamrin Nine (Chubb Square), konsumen dapat memesan aneka menu sandwiches yang tersedia, mulai dari Chicken Blackpepper, Chicken BBQ, Dory, Mushroom, Club Sandwich, dan Egg Mozza. Terdapat dua pilihan roti, yaitu white bread atau roti tawar, serta roti gandum.

Sandshack juga menyediakan menu Add On: ada red cheddar cheese, mozzarella cheese, jamur, dan telur. Tidak ketinggalan menu paket sandwich dengan fries (French Fries/Ube Chips) dan dessert (Silky Pudding). Sedangkan untuk Sandshack Wrap (tortilla wrap) disediakansebagai menu breakfast.

Chicken Blackpepper, Chicken BBQ & Club Sandwich

Chicken Blackpepper terdiri dari dua lembar roti tawar sesuai pilihan yang diolesi mayonnaise lalu diberi blackpepper chicken, red cheddar cheese slice, dan lettuce. Sedangkan Chicken BBQ, rotinya dilapisi bbq mayonnaise, lalu diberi bbq chicken, red cheddar cheese slice, dan lettuce.

“Untuk Chicken Blackpepper dan Chicken BBQ, kami menggunakan daging ayam bagian paha dengan kulit. Untuk pilihan yang lebih sehat, bisa memilih Club Sandwich, di mana daging ayam yang digunakan adalah bagian dada tanpa kulit yang dimasak dengan cara di-steam. Club Sandwich juga dilengkapi irisan tomat segar, telur rebus, dan lettuce,” wanita lulusan dari At-Sunrice Globalchef Academy, Singapura, ini menjelaskan.

Mushroom & Dory

Menu Mushroom Sandwich, menurut Chef Cynthia, menjadi pilihan bagi konsumennya yang tidak menyantap daging. Jamur champignon yang ditumis menjadi isian dari sandwich-nya. Sandwich ini juga dilengkapi horenzo, caramelized onions, dan red cheddar slice. Rasa gurih alami khas jamur yang menggugah selera berpadu apik dengan sensasi manis caramelized onions-nya. Tidak melupakan para penikmat seafood, sandwich dengan isian Dori Katsu, lettuce, dan crab mayo, melengkapi menu di Sandshack.

Menutup percakapan, Chef Cynthia yang pernah bekerja sebagai kitchen chef di beberapa restaurant ternama di Jakarta—salah satunya Amuz Gourmet, mengakui dirinya sangat ketat menjaga kualitas roti tawar yang digunakan. Meskipun bekerja sama dengan pemasok roti tawar, namun Chef Cynthia menerapkan standarnya sendiri.

“Roti tawarnya tidak boleh yang memiliki lapisan kulit terlalu coklat sehingga berpotensi menjadi keras saat di-toast ketika akan dibuat sebagai sandwich. Tekstur roti tawar juga harus cukup kokoh, namun tetap lembut saat disantap. Ukuran roti tawar yang kami gunakan adalah 12 cm x 12 cm dengan tebal 2-2,5 cm. Untuk memaksimalkan cita rasa, seluruh kondimen saus dan isian, kami olah sendiri di dapur Sandshack,” dengan tersenyum, Chef Cynthia mengakhiri penjelasannya.

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Fotografer:Hendri Wijaya

Leave a Reply