Sérendipité Brownies, Manfaatkan Sosial Media untuk Kegiatan Bisnis

Sérendipité, sebuah kata dari bahasan Prancis yang berarti kebetulan. Melalui momen kebetulan, Vinsensia Agustine Kangen membuka Sérendipité Brownies. Sebelum muncul nama Sérendipité, wanita ceria yang akrab disapa Vinsensia adalah seorang konsultan hukum yang sangat menyukai brownies.

Ketika ia pernah tinggal di luar negeri selama 2 tahun, Vinsensia sering mencicipi kue terutama brownies di negara yang ia tinggali yaitu London. Setelah kembali ke Indonesia, kecintaannya terhadap brownies tidak berkurang malah ia sering membeli dan mencicipi brownies yang ia temui di Indonesia. Namun, Vinsensia tidak dapat menemukan brownies yang ia suka dan menurut Vinsensia kebanyakan brownies yang ada lebih mirip dengan bolu cokelat.

Menurut Vinsensia, brownies adalah produk pastry yang cukup mudah untuk dibuat dan praktis untuk disimpan dan dimakan. Maka ia mulai mencari resep dan mencoba membuat brownies yang sesuai dengan seleranya. Setelah mendapatkan resep brownies tersebut, Vinsensia masih merasa ada yang kurang yaitu dari segi rasanya.

Menurut Vinsensia, cokelat memiliki after taste yang kurang pas maka ia mendapatkan ide untuk mengganti cokelat dengan Nutella. Proses percobaan mendapatkan resep dan komposisi yang tepat ini memakan waktu sekitar 6 bulan dan Vinsensia juga dibantu oleh saran dari teman-teman di firma hukum pada saat itu.

“Selama masa percobaan membuat brownies ini, saya selalu membawa hasil baking saya ke teman-teman kantor sambil menanyakan pendapat mereka,” Vinsensia bercerita mengenai pengalamannya membuat brownies.

Setelah berhasil membuat brownies yang cocok dengan selera Vinsensia, belum ada niat untuk menjual brownies tersebut meskipun brownies ini mendapat respon yang baik dari teman-temannya. Lalu berkat dorongan dari teman-teman dan respon positif dari rekan di kantornya, Vinsensia memberanikan diri untuk mulai berjualan brownies.

Perencanaan yang Matang dan Manfaat dari Media Sosial

Pada tahun 2015, Vinsensia mulai berjualan brownies dan pemasaran dilakukan dari mulut ke mulut antar teman kantor dan melaui aplikasi media sosial Path.

“Aplikasi Path hanya menghubungkan orang-orang yang ada di inner circle, sehingga aktivitas pengguna hanya dapat dilihat oleh inner circle saja. Teman-teman saya membantu posting di akun mereka, maka brownies saya makin tersebar,” Vinsensia menjelaskan tentang aplikasi Path.

Dengan aplikasi ini, pembeli brownies Vinsensia berasal dari kantornya dan dari firma hukum lain. Seiring berjalannya perkembangan teknologi dan banyaknya pesanan, Vinsensia memutuskan untuk menjalankan usaha ini dengan serius dan profesional.

Vinsensia mulai menetapkan Standard Operational Procedure (SOP), quality control, dan mendesain logo dan kemasan brownies. Vinsensia melakukan riset dan perencanaan yang matang untuk produk brownies-nya.

Melalui perencanaan yang matang, nama Sérendipité, desain kemasan yang seperti kado, serta berbagai macam varian brownies-nya pun muncul. Ketika memulai menggunakan Instagram sebagai sarana penjualan dan promosi, Vinsensia tidak melakukan promosi besar-besaran seperti endorsement kepada influencer atau dengan menggunakan fitur promosi lainnya. Vinsensia ingin agar bisnis ini dan Instagram-nya berkembang secara alami.

“Bagi saya yang terpenting adalah kepuasan pembeli. Saya sangat senang jika mendapatkan pembeli yang melakukan repeat order karena menunjukkan bahwa kualitas dari Sérendipité Brownies tetap terjaga,” Vinsensia berujar.

Semakin bertambahnya pelanggan, pada tahun 2018, Sérendipité Brownies membuka gerai pertamanya di Pasar Santa, Blok M, Jakarta. Di gerai ini, Sérendipité Brownies melakukan kegiatan produksi dan pengunjung yang datang juga bisa membeli produk Sérendipité Brownies. Dari awal memulai usaha hingga saat ini, Vinsensia masih meninjau seluruh kegiatan produksi.

Brownies sebagai Hadiah

Sérendipité Brownies memiliki 9 varian nutella brownies, 3 diantaranya merupakan varian yang paling digemari konsumen yaitu Peanut Butter, Cheese, dan Marshmallow. Ciri khas dari Sérendipité Brownies adalah rasa dan tampilan. Brownies ini memiliki tekstur lembut, cake like (tidak seperti sponge cake), dan masih ada tektsur chewy dalam gigitannya. Rasa dari Nutella juga kuat dan rasa manisnya juga pas. 

Cheese Brownies adalah brownies yang menjadi simbol dari Sérendipité Brownies. Berbeda dari brownies keju pada umumnya, terdapat potongan kotak kecil keju edam yang kemudian ditaburkan di atas adonan brownies. Lalu ada Marshmallow Brownies yang sesuai namanya menggunakan marshmallow sebagai topping.

Setiap brownies dikemas di dalam kotak berwarna pink dan kuning lalu diikat oleh pita berwarna perunggu. Vinsensia mengatakan bahwa brownies yang dikemas biasa saja memberikan kesan yang biasa pula, namun jika sebuah cake dikemas dengan rapi dan menarik akan memberikan rasa senang kepada yang menerimanya.

Vinsensia juga menjelaskan bahwa setiap brownies yang dijual di Sérendipité Brownies juga telah dipotong-potong dengan tujuan untuk memudahkan pembeli ketika memakan brownies tersebut. Di dalam kemasan juga terdapat keterangan cara penyimpanan dan daya tahan brownies-nya.

“Saya selalu menerapkan prinsip untuk selalu memberikan yang terbaik sebagaimana saya juga ingin mendapatkan yang terbaik,” demikian Vinsensia menutup percakapan dengan BARECA.

Penulis: Alvina WikarnaFotografer: Hendri Wijaya dan

Leave a Reply