Signatures Restaurant, Sajikan Pelayanan Buffet dan A La Carte

Signatures Restaurant adalah salah satu dari tujuh restoran yang ada di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Signatures Restaurant ini merupakan restoran utama di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta yang menyediakan pelayanan buffet dan a la carte untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Restoran berkapasitas 200 seats ini menyajikan berbagai jenis masakan Indonesia dan internasional.

Menciptakan Kreasi Baru dan Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Sebagai seorang Public Relations Executive yang juga menangani tujuh restoran di bawah manajemen Kempinski, Ananda Wondo melihat perkembangan trend hotel buffet adalah trend yang baik. Hal ini karena turut memacu chef dan juga manajemen hotel untuk terus berinovasi dan semakin kreatif dalam menciptakan ide-ide baru untuk menarik tamu baru.

Dengan berkembangnya trend ini, persaingan antar hotel juga makin ketat. Signatures Restaurant dan Hotel Indonesia Kempinski memiliki keuntungan yaitu sudah memiliki pangsa pasarsendiri, yaitu pekerja kantoran dan keluarga baik dari Indonesia maupun para ekspatriat.

“Maka dari itu, cara untuk bersaing dengan hotel lain adalah dengan terus meningkatkan dan mempertahankan kualitas makanan dan pelayanan agar tamu-tamu yang sering datang merasa nyaman dengan pelayanan di Signatures Restaurant,” Ananda Wondo menuturkan.

Bubur Ayam

Menu makanan legendaris yang disajikan di Signatures Restaurant adalah Bubur Ayam. Chef Prasetyo Widodo atau yang akrab disapa Chef Dodo, Chef de Cuisine dari Signatures Restaurant, bercerita mengenai asal mula bubur legendaris ini.

“Bubur ini diciptakan pada era tahun 1970-an sebagai makanan yang tergolong ringan bagi anak-anak muda setelah mereka pulang clubbing. Sejak itu bubur ayam ini mulai terkenal. Bubur dimasak dengan kuah ceker dan daun salam agar beras terasa gurih, disajikan dengan ayam kampung suwir, kacang kedelai goreng, abon, bawang goreng, telur rebus, tongcai, cakue, dan bumbu kuning. Ketika bubur ini dibuat, telur yang digunakan adalah telur mentah yang diambil kuningnya saja. Namun, sejak kasus flu burung beberapa tahun lalu, telur mentah ini dimatangkan,” Chef Dodo menuturkan.

Nasi Goreng Gila dan Ayam Lodho

Selain Bubur Ayam, Nasi Goreng Gila dan Ayam Lodho juga menjadi makanan favorit tamu Signatures Restaurant. Untuk Ayam Lodho, Chef Dodo mengaku mendapat inspirasi dari perjalanannya ke berbagai daerah, salah satunya Jawa Timur.

Ayam Lodho terbuat dari ayam kampung yang dimasak dengan bumbu kuning dan santan cair. Proses memasak ayam ini cukup lama sekitar 3 sampai 4 jam. Chef Dodo menyarankan setelah ayam dimasak sebaiknya didiamkan semalam agar rasa bumbu semakin meresap.

Memasak dengan Bumbu Khas Indonesia

“Masakan Indonesia banyak menggunakan rempah-rempah sebagai bumbunya. Dalam membuat bumbu pilihlah bahan yang berkualitas baik. Tumis bumbu tersebut dengan minyak agar aroma keluar, setelah itu jangan langsung mem-blender bumbu yang masih panas. Tunggu bumbu agak dingin lalu blender sampai berbentuk paste,” Chef Dodo memberikan tips.

Sebelum menutup penjelasannya, Chef Dodo menuturkan jika bumbu dapat disimpan di dalam lemari es bersuhu 5⁰C dan jika ingin disimpan lebih lama dapat disimpan di dalam freezer bersuhu -18⁰C. Chef Dodo pun menyarankan untuk penggunaan bumbu matang sebaiknya digunakan dalam waktu 3 hari.

Penulis: Alvina Wikarna

Fotografer: Kanno Sardella

Leave a Reply