Single Origin Coffee di First Crack Coffee

Coconut Coffee Gayo adalah racikan dari seduhan kopi Gayo dan air kelapa. “Kami terinspirasi dari kultur minum kopi di Sumatra, di mana banyak orang di sana senang minum black coffee, dan saat meminumnya biasanya terlebih dahulu mengunyah palm sugar baru kemudian meminum kopinya. Maka dari itu, lahirlah kombinasi Kopi Gayo dengan air kelapa ini,” Niko mengatakan.

Racikan spesial dari penggabungan seduhan kopi dengan jamu ada di Java Robusta Beras Kencur dan West Java Coffee Kunyit Asam. Kopi Puntang digunakan dalam racikan West Java Coffee Kunyit Asam yang dikombinasikan dengan jamu kunyit asam yang kaya akan antioksidan. 

Toraja Coffee Chamomile Lavender, Orange Coffee Bali Kintamani, Flores Coffee Honey Apple & Hazelnut Coffee Papua

Untuk Toraja Coffee Chamomile Lavender digunakan Kopi Pango-Pango dari Toraja, yang diracik dengan campuran seduhan chamomile dan lavender flower yang menenangkan. Lain lagi dengan Orange Coffee Bali Kintamani yang segar karena racikannya menggunakan campuran seduhan kopi Bali Kintamani dengan fresh orange juice. Menurut Niko, menu ini terinspirasi dari rasa dominan jeruk yang ada di kopi Bali Kintamani.

“Pada Flores Coffee Honey Apple, kami menggunakan seduhan dari organic Flores coffee beans yang dicampur dengan madu dari Flores, Sumbawa, Nusa Tenggara Timur, dan apple juice. Madu dari hutan Flores sudah dikenal di Indonesia, dan bahkan sudah banyak diekspor ke berbagai negara. Dari sinilah, ide meracik minuman kopi dengan madu tersebut hadir. Kami menambahkan apple juice untuk menaikkan karakter rasa kopi Flores dan jenis apel yang digunakan adalah apel hijau,” Niko menuturkan.

Seduhan organic Papua coffee beans digunakan dalam menu Hazelnut Coffee Papua.
Niko menyampaikan bahwa karakter yang tegas dari kopi Papua adalah chocolate and hazelnut flavour. First Crack Coffee menggunakan biji kopi yang dipanen dari Lembah Baliem, yang dekat gunung Jayawijaya dan merupakan area bebas polusi. Kopi Papua memiliki kandungan kafein yang rendah, dengan mellow taste dan acidity yang juga rendah.

Tantangan Usaha di Tengah Pandemi Covid-19 dan Penanganannya/PSBB

Niko menyampaikan, “Di tengah Pandemi Covid-19 dan Penanganannya/PSBB, semua menu minuman dan makanan di First Crack Coffee, menggunakan sistem Delivery & Take Away, karena selain mengikuti peraturan dari pemerintah, kami juga ingin memastikan bahwa produk kami itu higienis, yaitu menghindari banyak kontak dengan banyak orang, jadi lebih aman.” 

Untuk mengemas produknya pun telah disesuaikan dengan kondisi saat ini. Produk makanan dan minuman di First Crack Coffee yang dipesan akan dikemas menggunakan bahan yang aman serta food grade. 

“Produk yang dipesan pun akan kami kemas sedetail mungkin. Contohnya setelah produk di-wrapping akan dikemas ke dalam kantong plastik, terus diikat menggunakan cable ties sehingga tidak bisa dibuka kecuali oleh konsumen yang memesannya. Kami menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan yang dapat terjadi saat proses pengantaran, seperti kemasan terbuka lalu terkena udara dan debu sehingga bisa mengontaminasi produk makanan dan minuman tersebut,” Niko menyampaikan. 

“Untuk keamanan dan hygiene seluruh staf First Crack Coffee, kami menggunakan protokol kesehatan seperti penggunaan Masker, Face Shield, Sarung Tangan, Hand Sanitizer, dan bahkan kami juga menyediakan vitamin untuk para staf supaya selalu sehat dan terjaga kondisi tubuhnya; tetap fit dalam operasional sehari-hari,” Niko menyampaikan sebelum menutup penjelasannya. 

Untuk sistem delivery di First Crack Coffee, digunakan aplikasi Gofood dan Grabfood dengan jam operasional dimulai dari pukul 08.00 dan 19.00. Selain itu, konsumen dapat memesan langsung ke nomor WhatsApp dari masing-masing gerai, di 0811-9397-205 (First Crack Coffee Sunter), 0811-920-065 (First Crack Coffee PCP), 0811-9332-021 (First Crack Coffee Pluit), dan 0811-9342-021 (First Crack Coffee Coffee Jl. Bumi). 

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Foto: Dok. First CrackCoffee

Leave a Reply