Tips Mengolah Kue Kering untuk jualan Ala Fatmah Bahalwan Dari Natural Cooking Club

Chef Opinion

Fatmah Bahalwan

Kue kering merupakan salah satu materi kursus yang begitu diminati di Natural Cooking Club (NCC). Pengajar sekaligus pendiri dari NCC Fatmah Bahalwan berbicara mengenai opininya seputar kue kering khas Tanah Air yang menjadi pilihan utama sebagai buah tangan atau dinikmati bersama keluarga atau kerabat.

  • Para pelaku usaha dapat menyertakan margarin atau butter (mentega) dalam proses pembuatan kue kering. Bahkan kombinasi keduanya juga dapat menghasilkan kue kering dengan hasil yang baik. Penggunaan margarin atau butter tergantung target pasar yang diinginkan oleh pelaku usaha kue kering.
  • Margarin dapat menghasilkan kue kering dengan rasa asin yang kuat, tekstur relatif keras dan memiliki tampilan yang lebih kuning. Sementara butter, dapat menghasilkan kue kering dengan rasa yang lebih enak, aroma yang khas serta tekstur renyah.
  • Suhu dan lama waktu memanggang dari kue kering khas Indonesia rata-rata menggunakan suhu 130⁰-150⁰Celcius selama 45 menit hingga 1 jam.
  • Para pelaku usaha harus dapat mengatur waktu proses mengolah kue kering untuk pesanan. Kue kering yang memiliki isian seperti nastar dapat dibuat paling akhir karena memiliki masa simpan yang sangat singkat.
  • Bagi para pelaku usaha kue kering yang menerima pemesanan, sebaiknya patut memperhatikan proses mengemas dari kue kering. Untuk menghindari kerusakan, kue kering dapat disusun secara padat di dalam toples/kemasan. Selain itu, toples juga dapat dikemas kembali dengan menggunakan bubble wrap. Tambahkan oxygen absorber untuk menyerap kelembapan kue kering dalam toples.
  • Setelah dipanggang, kue kering harus diistirahatkan terlebih dahulu selama 1 hingga 2 jam sebelum dimasukan dalam toples atau kemasan. Hal ini untuk menghindari tumbuhnya jamur pada kue kering seperti nastar.

Leave a Reply