Tips Meracik Avocado Coffee oleh Bagus Pirman

Bagus Pirman, Supervisor di Two Cents Coffee, Bandung, dengan senang hati berbagi pengetahuan mengenai aplikasi alpukat pada minuman kopi, seperti pada menu Avocado Coffee.

Bagus Pirman

Lelaki yang sempat menempuh pendidikan D3 Perhotelan dan sempat bekerja di hotel, restoran, dan cruise line Florida America saat sebelum bergabung dengan Two Cents Coffee ini, mengurai penjelasannya sebagai berikut:

  • Tujuan menggabungkan alpukat dan seduhan kopi seperti pada menu Avocado Coffee adalah untuk mendapatkan penggabungan tekstur, lalu untuk mendapatkan karakter rasa hasil paduan alpukat dan kopi.
  • Dalam sisi cita rasa, penggabungan karakter rasa alpukat yang manis alami dengan rasa seduhan kopi yang memiliki unsur pahit dapat menciptakan sensasi rasa yang unik. Tampilannya yang dibuat ber-layer juga menjadi nilai lebih tersendiri.
  • Jenis alpukat yang umum digunakan untuk membuat Avocado Coffee adalah alpukat jenis mentega, seperti yang digunakan di Two Cents Coffee.
  • Hal yang paling diutamakan dalam pembuatan Avocado Coffee adalah kualitas alpukat dan penggunaan seduhan kopi yang tepat. Alpukat yang digunakan harus benar-benar matang karena kalau setengah matang apa lagi belum matang akan memberi rasa pahit dan teksturnya juga beda.
  • Untuk Avocado Coffee a la Two Cents Coffee, menggunakan pemanis madu alami dan cold brew untuk kopinya.
  • Terdapat perbedaan yang jelas antara Avocado Coffee yang menggunakan kopi cold brew dengan Avocado Coffee yang menggunakan espresso. Jika menggunakan espresso, mungkin hanya ada rasa pahit dan asam, walaupun akan dipengaruhi jenis biji kopi hingga level roasting biji kopi-nya. Tapi, pada cold brew, akan terbentuk rasa pahit, asam, dan ada aroma alkoholnya, itu yang membedakannya.
  • Jika membuat Avocado Coffee menggunakan espresso, ada kemungkinan rasa kopinya bisa sedikit hilang. Jika menggunakan espresso, tahapannya brewing 25-30 second, pouring, kemudian di-mix dengan alpukat; kemungkinan hanya terjejak rasa pahitnya saja, aroma dan karakter lainnya hilang karena tertutup dengan aroma dan rasa alpukat.
  • Tapi, jika menggunakan cold brew yang kafeinnya tinggi dan proses restingnya lumayan lama, rasa kopi bisa lumayan bertahan. Karakter kopi cold brew lebih kuat karena ada proses restingnyaitu sendiri.

Penulis & Fotografer: Maria Benita A.

Leave a Reply