Tucano’s Churrascaria, Sajikan Brazilian Barbecue di pusat kota

Di tengah naik daunnya Korean barbecue dan Japanese barbecue, muncul Brazilian barbecue yang tak kalah ramai dan hadir di tengah Jakarta Pusat. Brazilian barbecue yang dalam bahasa Brazil disebut ‘Churrasco’ ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan barbecue dari negara lainnya. Keunikan churrasco tersebut dapat ditemukan di Tucano’s Churrascaria.

Dijelaskan oleh Yuji Ishiguro PT. Asia Premier Jaya Food, PT. Prima Rasa Konsep Dinning Group, dan PT. Cassis Group, Tucano’s berdiri sejak bulan Juni 2017. Executive Chef Aldecy Bastos yang berasal dari Rio de Janeiro turut membawa kekhasan churrasco agar sesuai dengan yang ada di negeri asalnya.  

All You Can Eat Buffet

Di Tucano’s, terdapat 10 sampai 15 jenis salad yang dapat diambil sesuka hati (buffet). Karena konsep Tucano’s merupakan restaurant All You Can Eat dengan berbagai paket pilihan churrasco yang lengkap diimbuhi dengan free-flow minuman. “Ke-15 jenis salad tersebut akan berganti-ganti setiap 2-3 hari,” Rahmat, Sous Chef Tucano’s Churrascaria, menuturkan.

Berbagai Side Dish

Jenis – jenis salad yang hadir adalah salmon salad, egg salad, dan carrot salad. Di samping salad, ada pula berbagai jenis stew seperti red bean stew, beef stew dan fish stew. Bagi pencinta pedas dan asam, Tucano’s memiliki spicy chili sauce dan vinegar sauce serta berbagai pilihan saus lainnya.

Ada pula berbagai side dish seperti Polenta, Chicken Croquette, Brazillian Meatballs with Cheese, dan Sauteed Mushroom with Onions. Terakhir di pojok dessert ada berbagai pilihan dessert khas Brazil, seperti Rice Pudding, Rabanada, dan aneka cake serta aneka potongan buah segar.

Keunikan Churrasco

Setelah mengunjungi aneka side dish lainnya, baru kita diajak menikmati pesta daging dengan 7 pilihan daging khas Brazil. Ada banyak persiapan dilakukan untuk churrasco agar tidak mengganggu tempo pelanggan ketika menyantapnya. Karena Tucano’s ingin menghadirkan suasana di mana pelanggan tidak perlu khawatir tidak kebagian daging maupun side dish lainnya dengan menumpuk berbagai jenis makanan di piringnya, maka disarankan supaya lebih nyaman untuk menyantapnya dengan santai dan tempo masing-masing.

Picanta

Proses Penyajian

Pada persiapan Churrasco, dari daging sapi bagian rump akan dipotong dan diambil menjadi 3 potongan lainnya berupa Picanha (Top Sirloin), Alcatra (Sirloin), dan Garlic Steak (Sirloin). Selain ketiga potongan tersebut, ada potongan Beef Hump dan Fraldinha (Outside Skirt).

Agar benar-benar memunculkan cita rasa yang khas dari daging-daging berkualitas premium seperti Wagyu maupun Black Angus maka potongan daging hanya dibumbui dengan sea salt. Tekstur dagingnya lembut, juicy, dan matang merata dengan tingkat kematangan medium well done hingga medium rare setelah dimasak di alat grill khusus untuk churrasco—mesin churrasco menggunakan big skewer.

“Dengan suhu tinggi hingga 180°C dapat memanggang daging hingga matang dalam waktu kurang lebih 5 menit,” Chef Rahmat menjelaskan. Alat panggang tersebut tidak menggunakan kayu ataupun arang melainkan menggunakan gas dalam pembakarannya. Sehingga saat proses pemanggangan daging tidak akan mengganggu area open kitchen karena tidak ada asap pemanggangan yang muncul dan masakanpun bisa disantap dengan nyaman.

Dengan api yang berjaring-jaring seperti salamander, panas yang dihasilkan dapat menyebar dengan rata dan cepat memanas. Karenanya di bawah daging yang dipanggang disediakan air untuk mengimbangi panas yang ada.

Selain itu, ciri khas dari churrasco ialah daging-daging yang ditusukkan ke big skewers tersebut. Di Tucano’s Churrascaria, daging-daging yang sudah siap disajikan akan dibawa mengelilingi pelanggan.

Namun uniknya di Tucano’s Churrascaria, para tim Tucano’s yang membawakan daging tidak akan selalu menghampiri semua meja konsumen, namun hanya meja dengan penanda tertentu. Karena di Tucano’s Churrascaria ada penanda berupa 3 keping berwarna berbeda yang mengindikasikan permintaan dari meja konsumen tersebut.

Dengan kepingan hijau, tandanya konsumen ingin mendapatkan potongan daging. Kepingan kuning memiliki arti konsumen ingin mendapatkan potongan nanas. Tanpa kepingan apapun, artinya konsumen sedang menikmati makanan dan minuman yang sudah diambil. Terakhir, kepingan merah memiliki arti bahwa konsumen sudah selesai menyantap semua hidangan dan akan pulang.

Pilihan daging yang datang setelah keping hijau dipasang pertama kalipun tidak mengacak, melainkan pada putaran pertama akan ada urutan tertentu berupa Chicken Leg, Beef Sausage,  Chicken Heart, Garlic Steak, Spicy Garlic Steak, kemudian Alcatra, Picanha, dan terakhir Beef Hump.

Setelah itu konsumen dapat meminta jenis daging tertentu yang paling disukainya. Dari semua pilihan churrasco, Alcatra, Picanha dan Beef Hump-lah yang paling digemari dan menjadi signature sekaligus best seller di Tucano’s.

Setelah menyantap berbagai sajian daging dan side dish lainnya, direkomendasikan oleh Tucano’s untuk menyantap nanas yang sudah dibalur dengan kayu manis untuk menyegarkan mulut. Nanas yang disajikan dipanggang hingga crispy pada bagian luar namun manis dan lembut pada bagian dalam.

 Caipirinha, Brazil’s National Cocktail

Saat menyantap churrasco, paling cocok ditemani dengan segelas Mocktail seperti Rio Light Sand yang berisi buah strawberry, perasan lemon, daun basil, dan gula cair. Selain itu, ada Free Amazone yang berisi buah kiwi, buah blueberry, sirup kiwi, dan perasan lemon.

Selain Mocktail tersebut, banyak pula yang gemar menyantap hidangan dengan segelas wine ataupun cocktails khas Brazil yaitu Caipirinha. Caipirinha dibuat dengan rum khas Brazil yang bernama Cacacha. Kemudian diberi gula, crush ice, lime fruit dipotong menjadi 4 bagian dan ditumbuk, dan terakhir di-garnish dengan potongan jeruk limau.

Perpaduan antara manisnya rum dan segarnya perasan jeruk pada cocktail ataupun segarnya soda pada mocktail tersebut menjadi minuman yang cocok untuk menutup pengalaman menyantap churrasco.

Penulis & Foto : Maria Benita A.

Leave a Reply