Variasi Kue Tradisional Indonesia di Serabi Pandan

Putu Mayang, Kue Sawut, Nagasari, Ongol-Ongol Singkong, dan Kue Ku menjadi menu pilihan lainnya dari Serabi Pandan. Menurut Priscca, Putu Mayang adalah kue tradisional khas Betawi yang dibuat dari tepung beras yang dibentuk sangat khas seperti mie dengan warna-warna yang menarik, kemudian dikukus menggunakan api besar sekitar 10 -15 menit, lalu disajikan dengan siraman kuah kinca.

Tekstur yang kenyal dan lembut menjadi karakteristik dari Ongol-Ongol Singkong. Bahan dasar kue ini adalah singkong yang diparut halus lalu dicampur dengan gula merah atau dicampur duren, kemudian dicetak dan dikukus menggunakan api sedang.
Ongol-Ongol Singkong biasanya disajikan dengan parutan kelapa yang gurih.

Priscca kemudian menjelaskan mengenai Kue Sawut, “Kue Sawut adalah kue tradisional dari Yogyakarta dibuat dari singkong yang diparut kasar menggunakan parutan khusus sehingga menghasilkan tekstur yang khas; panjang-panjang, lalu kemudian ditaburi gula merah lalu dikukus dengan api besar. Kue Sawut disajikan dengan parutan kelapa.”

Priscca juga membuat Nagasari yang menurut penjelasannya merupakan kue tradisional dari Indramayu. Nagasari terbuat dari campuran tepung beras, santan dan gula, di mana di bagian tengahnya diisi dengan pisang, lalu dikukus sampai matang.


“Biasanya Nagasari yang kebanyakan dijual, dibungkus dengan daun pisang. Tapi, Nagasari di Serabi Pandan dibuat dengan bentuk bunga yang unik, menggunakan cetakan, supaya saat ditata di tampah akan terlihat lebih menarik. Serabi Pandan juga menjual Nagasari dalam kemasan loyang persegi,” Priscca menuturkan.

Menjaga Kualitas Bahan Baku & Kebersihan Proses Produksi

Karena dikenal mudah basi, maka seluruh kue tradisional yang dijual di Serabi Pandan dibuat berdasarkan orderan saja. Priscca pun menyampaikan beberapa upaya yang dilakukan dalam proses pembuatan aneka kue tradisional agar tetap terjaga kualitasnya.

“Dalam proses membuat aneka kue tradisional Indonesia, pilihan santannya bisa menggunakan santan segar maupun santan instan. Jika menggunakan santan segar, harus dimasak sampai mendidih supaya kue tidak cepat basi. Santan instan memiliki keunggulan lebih praktis dan lebih higienis, aplikasinya pun lebih mudah, namun tetap harus dimasak hingga mendidih,” Priscca menyampaikan.

Kualitas bahan baku sangat penting, maka dipilihlah bahan seperti gula merah dan gula pasir berkualitas baik, singkong pilihan sesuai standar yang diterapkan oleh Priscca, dan sebagainya. “Tentunya, kebersihan dalam proses produksi juga sangat penting untuk diterapkan supaya produk akhir tetap terjaga kebersihan dan cita rasanya,” Priscca mengatakan sambil menutup penjelasannya.

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Fotografer: Kanno Sardella

Leave a Reply