William Wongso, Mengenal Keragaman Bumbu Masakan Khas Nusantara


Indonesia adalah negeri yang kaya akan beragam kuliner yang sangat menonjolkan penggunaan rempah-rempahnya. Jika ditinjau dari keadaan geografis Indonesia yang terdiri dari 17.000 kepulauan, 34 provinsi yang membentang 5.245 kilometer dari Sabang sampai Merauke, Indonesia sangat beragam, mulai dari etnis, suku, agamanya, budaya lokal hingga kulinernya. “Kuliner Indonesia adalah kuliner yang paling beragam di dunia,” William Wongso, pakar kuliner Indonesia, menuturkan kepada BARECA.

Beragamnya kuliner di Indonesia tak lepas dari penggunaan bumbu-bumbu dapur yang dapat dengan mudah ditemui di pasar tradisional maupun modern. Menurut William Wongso, bumbu masakan khas Nusantara dapat dikategorikan ke dalam 3 jenis yaitu bumbu segar, bumbu segar aromatik dan bumbu rempah.

Bumbu Masakan Indonesia

Bumbu segar adalah bumbu yang digunakan dalam keadaan segar dan penyimpanannya relatif singkat, seperti cabai, bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, kencur, kunyit. Bumbu segar aromatik seperti sereh, kecombrang, daun jeruk, daun kunyit dan daun salam.

Sedangkan bumbu rempah adalah bumbu yang menggunakan rempah-rempah khas Indonesia yang kegunaannya adalah untuk menambahkan rasa dan aroma pada sebuah masakan.

“Bumbu rempah meliputi lada, ketumbar, kapulaga, cengkeh, kayu manis, jinten. Selain itu ada pula bumbu rempah yang hanya dapat ditemukan di wilayah tertentu di Indonesia sesuai dengan kearifan lokalnya,” William Wongso berujar.

Lebih lanjut William menjelaskan, setiap daerah memiliki ciri khas bumbu yang berbeda-beda karena faktor kearifan lokal hasil perpaduan dengan budaya pendatang. Faktor lainnya dapat juga dikarenakan bumbu yang hanya tumbuh di daerah tertentu saja.

Leave a Reply