Yosi Cake, Sajikan Mini Marble Cake dengan Saus Spesial

Yosi Cake adalah sebuah usaha penjualan cake secara daring yang dikelola oleh Yossica. Sebelum memulai usaha Yosi Cake, Yossica atau Yossi sudah berjualan cake secara offline, namun hanya pada hari-hari raya saja, produk cake yang dijual pun produk seasonal. Setelah usaha offline ini mulai berkembang, Yossi mencoba menjual cake secara daring, lalu dibukalah Yosi Cake.

Awal memulai Yosi Cake, Yossi hanya menjual cake ulang tahun dan marble cake atau cake marmer saja. Lama-kelamaan, banyak permintaan yang masuk untuk membuat cake ulang tahun dan cake marmer dalam bentuk yang kecil dan porsi yang tidak terlalu banyak.

Ketika mendapat permintaan seperti itu, Yosi mulai mencari ide, cake apa yang bisa dijadikan dalam bentuk kecil dan akhirnya ia mencoba membuat cake marmer dalam bentuk yang kecil. Yossi mengatakan, bahwa untuk menjual produk yang sudah umum tentunya berat dalam bersaing, maka dengan cake marmer mini ini ia berharap bisa menjadi sesuatu yang unik. Yosi Cake memiliki 10 varian rasa cake marmer mini dan semua dibuat dari bahan-bahan berkualitas premium.

Cake Marmer Mini

Selain bentuknya yang kecil, cake marmer mini Yosi Cake juga disajikan dengan saus dan crumble. Cake marmer memiliki tekstur yang padat, saus ditambahkan untuk melembutkan teksturnya. Yosi Cake memiliki 5 saus yaitu, cokelat, keju, Thai tea, salted caramel, dan kacang. Kelima saus ini dicocokkan dengan rasa dari cake marmer mini.

Yosi Cake juga fleksibel dalam menjual cake marmer mini ini, jika ada pembeli yang menginginkan rasa yang tidak ada di Yosi Cake atau ingin memilih saus dan crumble yang berbeda dari yang disediakan, Yossi bisa menerima permintaan tersebut.

“Terkadang, saus dapat membuat tekstur cake marmer jadi terlalu lunak, maka saya memiliki ide untuk menambahkan crumble supaya ada tekstur renyah di dalam cake marmernya,” Yossi menjelaskan mengenai crumble yang ada di cake marmer mini yang ia jual.

Hal lain yang menjadi perhatian dari Yosi Cake adalah kemasan produknya. Yossi mengaku mendapatkan ide jenis kemasan seperti itu dari perjalanannya ke Jepang, kemudian ia mencoba menerapkan jenis kemasan tersebut di produknya. Desain dari kemasan Yosi Cake ia buat sendiri lalu diberikan tulisan kanji Jepang. Arti dari kanji Jepang ini adalah nama Yossi.

Yossi menggunakan platform instagram dan GoFood untuk memasarkan produknya. Ia juga bergabung dalam sebuah website khusus untuk menjual produk-produk cake. Selain dari sosial media, Yossi juga mengikuti bazaar untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Yossi bercerita, ketika membuat rasa baru di rumah dan ada pesanan kue Yossi  memberikan sample rasa baru ini kepada pembeli. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan feedback dari konsumen terhadap produknya. Yosi Cake menerima pesanan di daerah Jabodetabek, namun Yossi juga tidak menutup pesanan untuk pengiriman luar kota.

“Untuk memulai usaha, jangan tanggung-tanggung. Kadang orang menjual sebuah produk yang trend terkesan mudah. Ketika menjualnya langsung, tidak semudah yang dibayangkan, lalu menyerah. Jadi, kalau mau memulai usaha jangan cepat putus asa, jangan tanggung-tanggung,”  Yossi berujar sambil menutup percakapan dengan BARECA.

Penulis: Alvina Wikarna

Fotografer: Kanno Sardella

Leave a Reply